Assalamu Alaikum... ^_^


welcome to the Melanie's world

Entri Populer

Jumat, 20 Januari 2012

Apa Sih Lauhil Mahfuz itu???

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Mungkin note di bawah ini terlalu panjang, tapi bagi yg berminat untuk membacanya, insya Allah akan mendapat pencerahan.

Note ini merupakan penjelasan dari guruku Tukang Umuk atas pertanyaan mele mengenai Lauhil Mahfudz.

Pertanggal : 23 April 2011



Berikut pertanyaan mele :

PERTAMA :

'mas TU, menurut pengetahuan lw, apa sih Lauhil Mahfuz itu??'

kalo menurut w, seperti yg w baca d Al Quran, Lauhil Mahfuz itukan Kitab Induk, tmpat segala kejadian yg ada d dunia telah tercatat didalamnya, tdk ada sesuatu kejadianpun, melainkan telah tercatat di dlmnya...

KEDUA :

Apakah yg TELAH TERCATAT di dlm Lauhil Mahfuz bisa berubah?

Apakah Lauhil Mahfuz yg menyesuaikan dgn kejadian d dunia, atau manusia memang hanya mengikuti apa yg telah digariskan dlm Lauhil Mahfuz??

KETIGA :

Apa perbedaan Lauhil Mahfuz dgn Takdir / KetetapanNya??

Apa Lauhil Mahfuz sejalan dgn TakdirNya, atau sejalan dgn Keputusan2 yg dibuat manusia??

Kan kata lw, ketetapan adl sesuatu yg tdk bs qt ubah, tp qt punya pilihan, berarti bila qt memilih, kejadian yg akan terjadi di masa depan bisa sangat berbeda kan jika qt memilih pilihan yg lain dari yg hari ini qt pilih??

Itu berarti Lauhil Mahfuznya berubah??

Atau bahkan pilihan2 qtpun sudah tertulis d Lauhil Mahfuz??



Berikut jawaban dari Prof. Tukang Umuk :
JAWABAN ATAS PERTANYAAN PERTAMA:

Perhatikan kembali pertanyaan Lo: "'mas TU, menurut pengetahuan lw, apa sih Lauhil Mahfuz itu??' kalo menurut w, seperti yg w baca d Al Quran, Lauhil Mahfuz itukan Kitab Induk, tmpat segala kejadian yg ada d dunia telah tercatat didalamnya, tdk ada sesuatu kejadianpun, melainkan telah tercatat di dlmnya". Pemahaman Lo tidak salah, namun juga bukan berarti benar. hehehehhe.... tahu sebabnya ?

Perhatikan ilustrasi berikut sebagai PENGANTAR jawaban : Seorang anak kecil saat melihat bintang di langit pasti akan bilang bahwa bintang itu kecil. --> Sedangkan bg orang yg sudah dewasa & berpengetahuan akan mengatakan bahwa bintang yg tampaknya kecil itu sesungguhnya besar. Bahkan besarnya bisa melebihi bumi. ---> Di sisi lain seorang yg bijak akan berkata bahwa bahwa bintang di langit itu tetap kecil, sekalipun dirinya tahu bahwa bintang itu besar sekali ukurannya. Namun Ia sadar sebesar apapun bintang di langit, bintang itu cuma secuil dari ciptaan ALLAH. BINTANG ITU tidak sebanding dgn kebesaran ALLAH.

PERTANYAANNYA ADALAH : Mengapa tampak beda dlm menangkap PEMAHAMAN TENTANG BINTANG YANG DI LANGIT PADAHAL OBYEKNYA SAMA, tetapi kesimpulannya berbeda ? Hal itu tidak lain lebih disebabkan oleh TINGKAT WAWASAN SESEORANG.

Pada kasus di atas, anak kecil merupakan representasi pola pikir orang AWWAM. Sedang orang yg menganggap bintang itu besar adalah representasi dari kaum KHAWAS (ilmuwan). Adapun yg menganggap bintang itu tetap kecil sekalipun tahu sebetulnya besar adalah representasi kaum KHAWASH BIL KHAWASH (Filosuf). ---->

BEGITU PULALAH DENGAN LAUHIL MAHFUDZ. ===> (a). Bagi orang AWWAM: Lauhil Mahfudz adalah sebuah tempat dimana SEMUA HAL sudah tercatat dalam kitab Induk. ORANG AWWAM itu cirinya 2: Hanya melihat yg tampak, dan jika membaca suatu bacaan, pasti dipahami secara TEKSTUAL (text book atau harfiah).

Contoh kasus QS.54: 52-53وَكُلُّ شَيْءٍ فَعَلُوهُ فِي الزُّبُرِ وَكُلُّ صَغِيرٍ وَكَبِيرٍ مُسْتَطَرٌ "Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan. Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis". Pada ayat lain misalnya: 6: 38/59 & 10:61 tampak bahwa yg dimaksud buku catatan itu ialah kitab LAUHIL MAHFUD. BERDASARKAN INFORMASI QURAN benar bahwa "SEGALA SESUATU URUSAN (besar kecil) telah tercatat dlm kitab LAUHIL MAHFUD. AL-QUR'ANNYA TIDAK SALAH. Hanya jika dipahami sebatas itu maka PEMAHAMAN YANG MODEL SEPERTI ITU MENUNJUKKAN DERAJAT WAWASAN SEBAGAI ORANG AWWAM. Bagi orang awwam, kebenaran informasi dibaca secara tekstual. BERDASARKAN AYAT-2 di atas, oleh orang awam disimpulkan bahwa hidup itu tak lebih seperti SANDIWARA. Semua kelakuan manusia sudah diskenariokan olah ALLAH dlm kitab LAUHIL MAHFUDZ. Manusia cuma menjalankan perannya. Mele, 90% umat Islam berpandangan seperti di atas. Dalam khazanah ILMU KALAM, mereka yg berpikiran model seperti di atas dikategorikan KAUM JABARIYYAH.

Mele, jika pandangan di atas kita terima. PERTANYAANNYA ADALAH : Kalau begitu ALLAH tidak adil jika nanti orang-orang Kristen di masukkan ke Neraka. Mengapa ? Sebab mereka nanti akan menuntut pd Tuhan, mengapa dirinya ditetapkan lahir di keluarga Kristen, sehingga hidup secara Kristen. Kawin secara kristen. Mati secara Kristen. Haruskah dirinya dihukum oleh sebab sesuatu sudah ditetapkan dari Tuhan. Dimana keadilan Tuhan kalau begitu jika hal itu benar adanya ? Tuhan berarti pilih kasih. kenapa menetapkan "A" berperilaku jahat lalu di masukkan neraka, sedangkan si "B" ditetapkan berbuat baik, makanya masuk Surga. Atas dasar apa Tuhan menetapkan seperti itu ? ===> Pertanyaan-2 model itu MUSTAHIL ada dipikiran kaum AWWAM. Pikirannya tidak sampai (mirip anak SD). Pertanyaan-2 itu hanya dimiliki kaum KHAWASH (alim). Karena itu pemahaman LAUHIL MAHFUDZ orang AWWAM dengan Kaum KHAWASH pasti berbeda. ===> (b). Bagi KAUM KHAWASH, ayat di atas dipahami secara metaforis. Sebelum sampai pd kesimpulan, mereka melakukan kajian secara mendalam tentang makna kata وَكُلُّ شَيْءٍ (segala sesuatu). Apakah yg dimaksud dgn sebenarnya kalimat "segala sesuatu itu ?".

Mele, jika Lo baca ayat sebelum dan sesudahnya maka akan tampak bahwa hal itu terkait dgn SUNNATULLAH dan TAKDIR. Sunnatullah menyangkut hukum sosial, sedangkan takdir menyangkut hukum alam. Mele, jika kita hidup dlm sebuah sistem manajemen & adnimistrasi yg baik, pasti segala hal dpt terkontrol & diketahui dgn baik. Seorang direktur, untuk mengetahui apa yg dilakukan karyawannya, tidak perlu turun langsung. Apakah karyawannya hadir dan tidak hadir, tidak perlu di absen kaya murid di sekolahan. Dalam pandangan kaum KHAWASH, makna LAUHIL MAHFUDZ itu adalah nama lain dari TAKDIR (hukum alam) & SUNNATULLAH (hukum sosial). Atas dasar itu kaum KHAWASH berpendapat bahwa kata "segala sesuatu" وَكُلُّ شَيْءٍ pd ayat yg terkait dgn LAUHIL MAHFUD bukanlah tindakan PARSIAL MANUSIA.
lanjutan soal LAUHIL MAHFUD, sebelum membicarakan LAUHIL MAHFUD : Gw akan menyinggung tentang RUKYATUL ABSAR. Melanie, dalam al-Quran kita jumpai banyak ayat yg menceritakan tentang PENGGAMBARAN kehidupan Surga, Neraka, Mizan, Shirotol Mustaqim, dan Pengadilan, serta melihat Tuhan (a). MIZAN à Melanie, bagi orang KHAWASH: MIZAN itu bukanlah timbangan seperti yg dibenak kita selama ini. Misalnya Gini, untuk tahu dgn benar tentang berat badan Lo, mesti ditimbang dulu. Untuk tahu tinggi badan Lo mesti diukur dulu.---> Nah masak untuk memasukkan neraka seorang TUHAN perlu menimbang dulu. Masak Tuhan melihat catatan dulu. Kalau itu dilakukan maka berarti TUHAN tidak MAHA TAHU. Mele, perhatikan secara seksama contoh kalimat yg Gw buat berikut ini : seorang suami yg marah pada seseorang yg telah menyentuh istrinya, maka sang suami akan berkata "Awas ya kalau sampai kamu berani menyentuh istriku, maka aku akan membuat PERHITUNGAN denganmu !!!!". Kata "PERHITUNGAN" yg terdapat pd kalimat di atas tentu maknanya bukan PERHITUNGAN angka 1, 2, 3, 4... , tetapi kata "PERHITUNGAN" sama artinya dengan "PEMBERIAN ANCAMAN". Jika ada yg berani menyentuh istrinya maka sang suami akan memberi perhitungan pd orang tersebut. Misalnya dihajar, dll. hehehe ---> BEGITU PULALAH dengan MIZAN atau HISAB yg berarti perhitungan maksudnya ANCAMAN. BUKANKAH ALLAH telah MENGANCAM para pendosa untuk dimasukkan ke Neraka ?

PERTANYAANNYA ADALAH: mengapa ALLAH menurunkan ayat yg menceritakan kisah HISAB / MIZAN di Akherat. Apa MAKSUD yg sebenarnya dari ALLAH ???????????????????

Perhatikan dgn CERMAT AWAL KATA pd PEMBUKAAN firman ALLAH pd QS.13:35 di bawah ini:

مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ أُكُلُهَا دَائِمٌ وَظِلُّهَا تِلْكَ عُقْبَى الَّذِينَ اتَّقَوْا وَعُقْبَى الْكَافِرِينَ النَّارُ PERUMPAAN surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman). Mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti, sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa; sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka.

Pada ayat di atas sangat jelas dimulai dgn kata مَثَلُ الْجَنَّةِ (PERUMPAAN SURGA), kata perumpaan berarti bukan yg sebenarnya. Itu hanyalah penggambaran. PERTANYAANNYA ADALAH : Mengapa perlu ADANYA PENGGAMBARAN ? Karena kenyataan hidup ada MANUSIA yg hanya paham jika dijelaskan dgn model seperti itu. Dengan penjelasan seperti maka SETIDAK-TIDAKNYA BAGI ORANG AWWAM akan LEBIH TERMOTIVASI MASUK SURGA, dan TAKUT MASUK NERAKA. RASULULLAH S.A.W ketika ditanya tentang Surga, Beliau bersabda: "SURGA ADALAH JENIS KENIKMATAN YANG OLEH MATA BELUM PERNAH MELIHATNYA, TELINGA BELUM PERNAH MENDENGARNYA, DAN PIKIRAN BELUM TERBERSIT".----> Itu berarti Surga adalah kenikmatan yg LUAR BIASA NIKMATNYA. Tak bisa dijelaskan. Nah adapun penjelasan / penggambaran Surga seperti yg diceritakan dlm Quran MERUPAKAN JAWABAN BAGI umat Nabi Muhammad yg tak semuanya ber-IQ tinggi. Karena itu mesti dijelaskan dengan model METAFORIS (penggambaran).

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلا بِلِسَانِ قَوْمِهِ لِيُبَيِّنَ لَهُمْ

Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka (14:4).

Atas dasar QS.14.4 tampak jelas bahwa SESUATU ITU MESTI DIJELASKAN sesuai dengan SUBYEK yg dihadapi. Sesuai POLA PIKIR YANG BEKEMBANG DI MASYARAKAT ITU. Pada masa itu misalnya, bagi ORANG ARAB yg jauh dari sumber-2 air, maka ketika mendengar bahwa kelak jika masuk Surga bakalan diberikan sungai, tentu itu kabar yg sangat membahagiakan. Kerinduan ketemu sungai sudah lama dinanti-nantikan. Makanya ALLAH memberikan model penjelasan SURGA secara METAFORIS agar mereka paham.

Mele, begitu pula dgn SHIROTHOL MUSTAQIM (jembatan titian yg rambut dibelah tujuh) juga LAUHIL MAHFUDZ, serta PENGGAMBARAN ALAM PADANG MAHSHAR : semuanya bersifat METAFORIS. ==> Nah ayat-ayat yg model METAFORIS oleh kebanyakan orang dipahami secara textbook. Tak terkecuali oleh para Ustadz dan Dai.

Mele, saat Gw masih SD, guru ngaji Gw berkata: bahwa jika Gw ikut shalat Jumat dan duduk di depan, serta datangnya lebih duluan, maka kelak di akherat bakalan diberi Unta. Tentu sj saat itu Gw termotivasi ingin masuk Surga dan naik Unta. Unta seperti apa, Gw juga tidak tahu. Yg jelas dibenak Gw saat itu, Unta binatang yg paling bagus. Kata guru ngaji Gw, jika Gw shalat Jumat tapi datangnya belakangan, maka kelak jika di akherat bakal naik telur. Tentu sj Gw tidak mau naik telur. Gw ingin naik Unta. Dan penjelasan dari guru Gw itu mendorong Gw rajin datang duluan jika tiba saatnya shalat Jumat.----> Setelah Gw besar dan menekuni ilmu-ilmu tafsir, Gw bermaksud mencari KEBENARAN atas info yg Gw dpt di masa kecil itu. TAK SATUPUN LITERATUR yg Gw jumpai. AKHIRNYA Gw berkesimpulan bahwa apa yg disampaikan oleh Guru Gw itu bersifat METAFORIS. ---> Namun oleh guru Gw yg hingga saat ini ALHAMDULILLAH masih hidup (usianya mungkin 60-an), keyakinan bahwa kelak bakalan naik UNTA jika datang Jumatannya lebih awal, TERNYATA DIYAKINI HINGGA SEKARANG. APAKAH SALAH ???????? Tentu sj tidak. Guru Gw adalah Ustadz di kampung yg tidak pernah mengakses pengetahuan secara lanjut, jadinya ilmu yg diketahuinya tidak pernah meningkat. Dan yg demikian itu pulalah yg terjadi pd Umat Islam. WAWASAN AGAMANYA DI MASA KECIL, dibawa hingga usia dewasanya. Itu berarti, umat Islam Indonesia secara usia sudah pada Dewasa / Tua, namun dari segi pola pikir tentang agama masih level anak-anak, atas dasar keterangan di atas pula dpt disimpulkan:

(a). AL-QURAN itu petunjuk bagi siapa saja (orang awam, orang Khawash, orang Khawash bil Khawash). Itu artinya Al-Quran berlaku untuk universal

(b). Oleh karena yg sifatnya Universal, maka tidak tepat mempertentangkan MANAKAH PENDAPAT YANG PALING BENAR ANTARA wawasan orang Awwam dgn orang Khawash ? Mengapa ? Karena semua pendapat baik level Awwam maupun level Khawash sesungguhnya HANYALAH MENUNJUKKAN DERAJAT INTELEKTUALITAS PIKIRAN. ---> Anak SD, pola pikirnya ya begitu. Menuntut lebih ya tidak bisa. Ketika kita ditanya dimanakah Tuhan??. Kalau yg tanya anak kelas 1 SD, tentu mesti dijelaskan dengan METOFORIS. Penjelasan ILMIAH tentu tidak nyambung. Bermaksud menjelaskan TUHAN pd anak SD kok dgn teori ilmiah, pastilah orang yg menerangkan itu TIDAK SADAR DIRINYA DENGAN SIAPA DIA BERHADAPAN. Lucu to ? hehehe...

(c). Kita mesti arif dlm menyikapi perbedaan pola pikir. Toh baik orang awwam maaupun khawash, asalkan bertaqwa pasti masuk Surga, dan Surga yg sama.

(d). Tentu sj ada perbedaan orang yg awaam dgn yg khawash. RASULULLAH memerintah umatnya belajar dari usia bayi hinggi ke liang lahat, itu artinya umat Islam harus cerdas, tidak boleh menjadi awwam. Kok kenyataannya saat ini masih awwam terus berarti itu tanda mereka tidak sungguh-2 dalam mencari pengetahuan, karena itu ilmunya mandeg. stagnan. Hehehe

3. LANJUTAN JAWABAN POINT PERTAMA

وَكُلُّ شَيْءٍ فَعَلُوهُ فِي الزُّبُرِ وَكُلُّ صَغِيرٍ وَكَبِيرٍ مُسْتَطَرٌ "

Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan. Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis". (54: 52-53 )

(a). MEMAKNAI kata وَكُلُّ شَيْءٍ (segala sesuatu) pd QS.54: 52-53

Mele, perhatikan ANALOGI berikut. ---> Suatu ketika PRESIDEN berkata kepada para menterinya: "SEGALA SESUATU urusan yang menyangkut hajat orang banyak mesti aku KETAHUI & dan SEIJINKU".

Mele, tentu saja hajat warga negara Indonesia banyak sekali. Ambil kasus persoalan NIKAH sj. Persoalan nikah menyangkut hajat orang banyak. PERTANYAANNYA ADALAH : apakah tiap-tiap individu dari warga negara Indonesia yg akan nikah mesti PEMBERITAHUAN dulu & minta IJIN PRESIDEN ? MENGAPA PERTANYAAN INI KUMAJUKAN ? Sebab dlm pernyataan Presiden terdapat klaosul "SETIAP URUSAN yg menyangkut hajat orang banyak mesti sepengetahuan & seijin presiden". ---> KALAU BEGITU BAGAIMANAKAH CARANYA AGAR SEGALA URUSAN yg menyangkut hajat orang banyak itu dpt ditangani Presiden ?

Jawabannya ialah lewat SISTEM PERUNDANG-UNDANGAN & SISTEM BIROKRASI. Jadi untuk mengetahui & mengontrol alur transaksi dari para warga negara presiden cukup mempercayakan pada sebuah SISTEM yg telah dirancang sedemikian rupa, sehingga memungkinkan seorang presiden mengetahui apa yg terjadi pada warga negaranya. ----> BEGITU PULALAH DENGAN ALLAH.

ALLAH telah menciptakan ALAM. Bersamaan dengan terciptanya Alam, tercipta pula HUKUM ALAM (TAKDIR). Bersamaan dengan terciptanya manusia, tercipta pula SUNNATULLAH (HUKUM SOSIAL / HUMANIORA), yg dengan HUKUM ALAM & HUKUM HUMANIORA / SOSIAL itulah kata وَكُلُّ شَيْءٍ (segala sesuatu) yg terdapat pd QS.54: 52-53 dpt diterapkannya.

Itu berarti kata وَكُلُّ شَيْءٍ (segala sesuatu) pd ayat di atas tidak bisa diterapkan untuk memaknai tindakan manusia. SELURUH TINDAKAN MANUSIA ADALAH HASIL PERBUATAN MANUSIA SENDIRI. Karena itu SANGAT TIDAK TEPAT jika kata وَكُلُّ شَيْءٍ (segala sesuatu) yg terdpt pd QS.54: 52-53 ditafsirkan sebagai SEGALA SESUATU PERBUATAN MANUSIA SUDAH DISKENARIOKAN OLEH ALLAH.

Mele, bertitik tolak dari urian Gw di atas tampak bahwa:

(a). Ayat yg terkait LAUHIL MAHFUDZ masuk kategori ayat METAFORIS. Dan ayat METAFORIS tergolong ayat DZHONNY. Dalam ULUMUL QURAN (Ilmu-Ilmu Al-Quran), ada 6 jenis ayat: Makkiyah, Madaniyyah, Muhkamat, Mutasyabihat, Qothi, & DZOHHNY. DZONNY adalah ayat yg jika dibaca menimbulkan interpretasi lebih dari 1 makna. MENGAPA SELAMA INI TERJADI PERBEDAAN PEMAHAMAN DALAM MEMAHAMI AYAT AL-QURAN ???? Salah satu jawabannya adalah karena REDAKSI AYAT AL-QURAN itu SENDIRI yg memang menimbulkan makna lebih dari 1 interpretasi.

(b). LAUHIL MAHFUDZ sesungguhnya adalah nama lain dari TAKDIR/SUNNATULLAH

4. Mengenai HIDAYAH & AKAL: MANAKAH YANG LEBIH DULU ?

PENGANTAR : hidayah ALLAH sesungguhnya sudah turun bersamaan dengan terciptanya jagad ini.

Didalam QS.41: 53

سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ

"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur'an itu adalah benar".

Kata آيَاتِنَا (tanda-tanda kekuasaan Kami) pd ayat di atas sama artinya DENGAN PETUNJUK atau HIDAYAH, yg itu berarti seluruh yg ada di muka bumi ini sesungguhnya adalah HIDAYAH. Hanya persoalannya adalah APAKAH MANUSIA MAMPU MENANGKAP HIDAYAH ITU ?????????

HIDAYAH itu ibarat SINAR MATAHARI yg menyebar ke segenap penjuru, yg di dalam sinar Matahari itu terkandungi banyak potensi (vitamin D, listrik, dll). Suatu ketika kita membangun rumah menghadap ke Barat, dan di belakang rumah tidak tersedia pintu/jendela. Akibatnya sinar Matahari di waktu pagi tidak pernah masuk ke rumah kita. Padahal rumah sangat memerlukan sirkulasi udara yg segar. SIAPAKAH YANG SALAH jika SINAR MATAHARI TIDAK MASUK RUMAH KITA ? Tentu kita sendiri to ? Karena kita sengaja membuat hijab / penghalang bagi munculnya cahaya di rumah kita.----> BEGITU PULA DENGAN HIDAYAH. Hidayah ALLAH yg telah ditebarkan dlm kesegenap penjuru, tidak akan masuk dalam diri kita jika sejak awal PINTU HATI KITA TELAH TERKUNCI. Apapun penjelasan, tidak masuk ke otak, jika sejak awal PIKIRAN kita sudah menutup diri bagi masuknya HIDAYAH. Contoh kasus: ABU THOLIB (pamannya RASULULLAH). Ketika hendak wafat, sekalipun telah diminta membaca Syahadat supaya bisa mendapatkan ampunan dari ALLAH, ternyata ABU THOLIB tidak mau. ABU THOLIB sendirilah yg menutup masuknya hidayah dlm hatinya.

Demikian penjelasan dari Gw.. hehehe..

Sumber : Dosen Universitas Lidah Buaya, Prof. Tukang Umuk.

Note :
Thx all out to my lecturer, Tukang Umuk.

Mudah2an bermanfaat buat yg membacanya..*_*



see this on my FB.. *_*

Mengapa Kita Suka Membaca Al Quran??

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

“Kisah yang indah, mengapa kita membaca Al Quran, sekalipun kita tidak mengerti kata perkata dalam bahasa Arabnya??”

Note ini mele translate dari kiriman Saudari Tahira Josephine Lugo, semoga bermanfaat dan selamat membaca.. *_*

Terdapat seorang muslim Amerika tua yang tinggal di sebuah pertanian di daerah timur Kentucky dengan seorang cucunya. Setiap pagi, sang kakek terbiasa duduk di dapur membaca Al Quran. Cucunya yg ingin seperti dirinya, mencoba untuk mengikuti apapun yg kakeknya lakukan.

Suatu hari, si cucu bertanya, “Kakek! Aku mencoba untuk membaca Al Quran seperti yg kau lakukan, tapi aku tidak mengerti, dan apa yg kumengerti, segera aku lupakan begitu aku menutup buku. Apa keistimewaan dari membaca Al Quran?”

Sang kakek menghentikan aktivitasnya dari menaruh batubara ke dalam kompor dan membalas, “ambil keranjang batubara ini ke sungai, dan bawakan aku sekeranjang air.”

Si anak melakukan apa yg diperintahkan kepadanya, tapi semua air yg dibawanya tumpah sebelum si anak sampai ke rumah. Sang kakek tertawa dan berkata, “kau harus bergerak lebih cepat lain kali,” dan mengirimnya kembali ke sungai dengan keranjang untuk mencobanya lagi. Kali ini, si anak berlari lebih kencang, tapi lagi2 keranjang itu telah kosong sebelum dia sampai di rumah. Kehabisan napas, di berkata pada kakeknya bahwa mustahil membawa air dengan keranjang, dan dia pergi untuk mengambil ember.

Pak tua berkata, “Aku tidak mau seember air, aku mau sekeranjang air. Kau belum berusaha keras,” dan dia keluar rumah untuk menyaksikan si cucu mencoba lagi.

Saat itu, si bocah tahu kalau itu mustahil, tapi dia ingin menunjukkan pada kakeknya bahwa sekencang apapun dia berlari, airnya akan tumpah sebelum dia sampai di rumah. Si bocah menciduk sekeranjang air dari sungai dan berlari lebih kencang, tapi sebelum dia mencapai kakeknya, keranjangnya telah kosong lagi. Kehabisan napas, dia berkata, “LIHAT KAKEK, INI SIA – SIA.”

“Jadi kau berpikir ini sia – sia?” kata pak tua,

“Lihatlah keranjang itu.”

Si bocah melihat ke keranjang dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa ada yg berubah dari keranjang itu. Keranjang itu telah berubah dari keranjang batu bara yg kotor, menjadi bersih, luar dalam.

“Nak, itulah yg terjadi ketika kau membaca Al Quran. Mungkin kau tidak mengerti atau mengingat apapun, tapi ketika kau membacanya, kau akan berubah, luar dan dalam. Seperti itulah cara Allah bekerja untuk merubah hidup kita.”


"A Beautiful Story,Why do we read Qur´aan, even if we can´t understand a Single Arabic word?."...
An old American Muslim lived on a farm in the mountains of eastern Kentucky
with his young grandson. Each morning grandpa was up early sitting at the
kitchen table reading the Quran. His grandson wanted to be just like him and
tried to imitate him in every way he could.

One day the grandson asked, "Grandpa! I try to read the Quran just like you but I don't understand it, and what I do understand I forget as soon as I close the book. What good does reading the Qur'an do."

The grandfather quietly turned from putting the coal in the stove and replied, "Take this coal basket down to the river and bring me back a basket of water."

The boy did as he was told, but all the water leaked out before he got back to the house. The grandfather laughed and said, "You'll have to move a little faster next time," and sent him back to the river with the basket to try again. This time the boy ran faster, but again the basket was empty before he returned home. Out of breath, he told his grandpa that it was impossible to carry water in a basket, and he went to get a bucket
instead.

The old man said, "I don't want a bucket of water; I want a basket of water. You're just not trying hard enough, " and he went out the door to watch the boy try again.

At this point, the boy knew it was impossible, but he wanted to show his grandfather that even if he ran as fast as he could, the water would leak out before he got back at the house. The boy again dipped the basket into the river and ran harder, but when he reached his grandfather the basket was again empty.

Out of breath, he said, " See grandpa, it's useless."
"So you think it's useless?" The old man said, "Look at the basket."

The boy looked at the basket and for the first time realized that the basket was different. It had been transformed from a dirty coal basket and was now clean, inside and out.

"Son, that's what happens when you read the Quran. You might not understand or remember anything, but when you read it, you will be changed, inside and out. That is the work of Allah in our
lives."

Thx all out to Sister Tahira.. I hope Allah bless you and grant you Paradise..

Qs Az Zumar : 23

اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُّتَشَابِهًا مَّثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَن يَشَاءُ ۚ وَمَن يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ [٣٩:٢٣]

Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang , gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.

Allah has revealed the best announcement, a book conformable in its various parts, repeating, whereat do shudder the skins of those who fear their Lord, then their skins and their hearts become pliant to the remembrance of Allah; this is Allah's guidance, He guides with it whom He pleases; and (as for) him whom Allah makes err, there is no guide for him.

Tapi tetap saja, apalah artinya membaca Al Quran, jika tidak berusaha memahami dan mengamalkan isinya. Simak note mele yg judulnya, “TULISAN INI UNTUK GURUKU” juga yaa..

Hehehe..

*Salam*

Kisah Seorang Pemuda dan Seorang Ustadz (A Young Man and His Scholar)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

ASSALAMU ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

Title : Pemuda dan Seorang Ustadz (The Young Mand and His Scholar)
From : Freedom Club

Teruntuk guruku Tukang Umuk yg sedang demam. Semoga tulisan ini bisa meringankan sakitmu.
Translate by Melanie Mele Al Milhan

Dikisahkan ada seorang pemuda yg baru saja pulang dari luar negeri yg jauh untuk belajar untuk waktu yg lumayan lama. Ketika ia kembali, ia meminta orangtuanya untuk mencarikannya seorang ustadz atau ulama yg bisa menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya, orangtuanya berhasil menemukan seorang ustadz.

Pemuda : siapa kau? Bisakah kau menjawab pertanyaan2ku??
Ustadz : aku adalah seorang hamba Allah, dan Insya Allah, aku bisa menjawab pertanyaan2mu.
Pemuda : apa kau yakin? Banyak sekali profesor dan para ahli yg tidak mampu menjawab pertanyaanku.
Ustadz : aku akan berusaha melakukan yg terbaik, dengan pertolongan Allah Subhaana Wa Ta’ala
Pemuda : aku punya 3 pertanyaan. Pertama. APAKAH TUHAN ITU ADA? Jika ada, tunjukkan aku bentukNya. Kedua. APA ITU TAKDIR? Ketiga. JIKA SETAN (IBLIS) DICIPTAKAN DARI API, MAKA MENGAPA PADA AKHIRNYA SETAN AKAN DILEMPARKAN KE NERAKA YG JUGA DICIPTAKAN DARI API? Tentu saja hal itu tidak akan melukai setan sama sekali, karena setan dan neraka sama2 terbentuk dari api. Apakah Allah tidak memikirkan hal ini?

Tiba – tiba, sang ustadz menampar wajah pemuda itu dengan sangat kencang.

Pemuda (merasa kesakitan) : mengapa kau marah padaku?
Ustadz : aku tidak marah. Tamparan itu merupakan jawabanku untuk menjawab ketiga pertanyaanmu.
Pemuda : aku benar2 tidak mengerti.
Ustadz : apa yg kau rasakan setelah aku menamparmu?
Pemuda : tentu saja, aku merasa sakit.
Ustadz : jadi kau percaya bahwa rasa sakit itu ada?
Pemuda : ya.
Ustadz : tunjukkan padaku bagaimana bentuk dari rasa sakit!
Pemuda : aku tidak bisa.
Ustadz : itu jawaban pertamaku. Kita semua merasakan keberadaan Allah tanpa bisa melihat bentukNya... Semalam, apa kau bermimpi akan ditampar olehku?
Pemuda : tidak.
Ustadz : apa kau pernah berpikir bahwa kau akan mendapat tamparan dariku hari ini?
Pemuda : tidak.
Ustadz : itulah takdir. Tanganku yg aku gunakan untuk menamparmu, terbuat dari apa?
Pemuda : itu terbuat dari daging.
Ustadz : bagaimana dengan wajahmu, terbuat dari apa?
Pemuda : daging.
Ustadz : bagaimana rasanya setelah aku menamparmu?
Pemuda : kesakitan.
Ustadz : walaupun setan (iblis) dan neraka terbuat dari api, jika Allah mau, insya Allah, neraka akan menjadi sesuatu yg sangat menyakitkan bagi setan (iblis).


This is the original version :

There was a young man who went overseas to study for quite a long time. When he returned, he asked his parents to find him a religious scholar or any expert who could answer his 3 Questions. Finally, his parents were able to find a Muslim scholar

Young man: Who are you? Can you answer my questions?
Scholar: I am one of Allah (SubHana Wa Ta`ala )'s slaves and Insha-Allah (God willing), I will be a...ble to answer your questions.
Young man: Are you sure? A lot of Professors and experts were not able to answer my questions.
Scholar: I will try my best, with the help of Allah(SubHana Wa Ta`ala).
Young Man: I have 3 questions: 1. Does God exist? If so, show me His shape. 2. What is takdir (fate)? 3.If shaitan (Devil) was created from the fire, why at the end he will be thrown to hell that is also created from fire. It certainly will not hurt him at all, since Shaitan (Devil) and the hell were created from fire. Did God not think of it this far?

Suddenly, the Scholar slapped the young man's face very hard.

Young Man (feeling pain): Why do you get angry at me?
Scholar: I am not angry. The slap is my answer to your three questions.
Young Man: I really don't understand.
Scholar: How do you feel after I slapped you?
Young Man: Of course, I felt the pain.
Scholar: So do you believe that pain exists?
Young Man: Yes.
Scholar: Show me the shape of the pain!
Young Man: I cannot.
Scholar: That is my first answer. All of us feel God's existence without being able to see His shape... Last night, did you dream that you will be slapped by me?
Young Man: No.
Scholar: Did you ever think that you will get a slap from me, today?
Young Man: No.
Scholar: That is takdir (fate)........ My hand that I used to slap you, what is it created from?
Young Man: It is created from flesh.
Scholar: How about your face, what is it created from?
Young Man: Flesh. Scholar: How do you feel after I slapped you?
Young Man: In pain.
Scholar: Even though Shaitan (Devil) and also the hell were created from the fire, if Allah wants, insha-Allah (God willing), the hell will become a very painful place for Shaitan (Devil).


Semoga bermanfaat dan silahkan di share kepada sebanyak mungkin orang.

Hmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm... *_* (salam H1M∞)

Jakarta, 29 September 2011

Melanie Mele Al Milhan

Note :
Dipersilahkan jika ada yg ingin menambahkan atau berkomentar.. hehehe..

Cuci Tangannya yang bersih yaaa.. *_*

click here to see this on my FB
BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM

ASSALAMU ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

Sekali2, mele mau share tentang kesehatan ah.. masa note mele tentang itu2 aja.. biar variasi gitu loh..
hehehe..

Mencuci tangan sering dianggap sebagian orang merupakan hal yang sepele, padahal tangan bisa menjadi perantara dari virus maupun bakteri masuk ke dalam tubuh kita. Bagaimana bisa? Tentu saja bisa, karena kita tidak tau bakteri atau virus apa yang menempel pada tangan kita saat menyentuh benda - benda yang kita sentuh sebelum makan. Banyak penyakit yang timbul akibat kebiasaan yang kita anggap remeh ini. Lantas apakah dengan mencuci tangan kita sudah terbebas dari bakteri ataupun virus?

BELUM TENTU!!

Mencuci tangan pun ada tekniknya lho!Jadi, mencuci tangan saja apalagi asal - asalan tidak membuat kita terbebas dari bakteri dan virus yang menempel pada tangan kita.

WHO menyatakan bahwa lebih dari sepertiga kematian anak secara global disebabkan karena diare ( 35%).

Kebiasaan CUCI TANGAN PAKAI SABUN bisa menurunkan kejadian penyakit diare sebanyak 45%.

UNICEF memperkirakan bahwa secara global diare menyebabkan kematian satu anak setiap 30 detik.


LIMA PRINSIP DASAR CUCI TANGAN

1.Mencuci tangan pakai air saja tidak cukup

2.Mencuci tangan pakai sabun bisa mencegah penyakit yang menyebabkan kematian jutaan anak setiap tahunnya.

3.Waktu waktu kritis cuci tangan pakai sabun adalah : Setelah ke WC dan sebelum menyentuh makanan.

4.Cuci tangan pakai sabun adalah salah satu satunya intervensi kesehatan yang paling “cost efektive”.

5.Untuk meningkatkan cuci tangan pakai sabun memerlukan pendekatan pemasaran sosial yang berfokus pada si pencuci tangan dan motivasi masing masing yang mendorongnya ( membuat sadar ) untuk Cuci tangan pakai sabun

TUNGGU APA LAGI, BUATLAH TEMPAT CUCI TANGAN YANG MEMADAI. YAITU AIRNYA YANG MENGALIR DAN SEDIAKAN SABUN AGAR CUCI TANGAN KITA

BAIK DAN BENAR, SEHINGGA PENYAKIT DAPAT DICEGAH

“INGAT CUCI TANGAN SETELAH DARI WC ATAU SEBELUM MAKAN”

Nah, mau tau cara cuci tangan yang benar???

1. Basahi tangan dengan air di bawah kran atau air mengalir.

2. Ambil sabun cair secukupnya untuk seluruh tangan. Akan lebih baik bila sabun
mengandung antiseptik.

3. Gosokkan kedua telapak tangan.

4. Gosokkan sampai ke ujung jari.

5. Telapak tangan tangan menggosok punggung tangan kiri (atau sebaliknya) dengan
jari-jari saling mengunci (berselang-seling) antara tangan kanan dan kiri. Gosok
sela-sela jari tersebut. Lakukan sebaliknya.

6. Letakkan punggung jari satu dengan punggung jari lainnya dan saling mengunci.

7. Usapkan ibu jari tangan kanan dengan telapak kiri dengan gerakan berputar.
Lakukan hal yang sama dengan ibu jari tangan kiri.

8. Gosok telapak tangan dengan punggung jari tangan satunya dengan gerakan kedepan,
kebelakang dan berputar. Lakukan sebaliknya.

9. Pegang pergelangan tangan kanan dengan tangan kiri dan lakukan gerakan memutar.
Lakukan pula untuk tangan kiri.

10. Bersihkan sabun dari kedua tangan dengan air mengalir.

11. Keringkan tangan dengan menggunakan tissue dan bila menggunakan kran, tutup kran
dengan tissue.



SEMOGA BERMANFAAT, DAN JANGAN LUPA DIPRAKTEKKAN YA..
HEHEHE..

*SALAM HYGIENE*

Kumpulan Puisi Taufik Ismail

ini link di FB mele
BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM


ASSALAMU ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH


Hmmm... entah kenapa, jadi suka puisi Taufiq Ismail.. mungkin gara2 mas TUKANG UMUK sering ngasih puisi, baik karangan Gusmus atau Taufik Ismail.. share dikit ah.. hehe..

selamat menyimak..





TAUFIQ ISMAIL

http://taufiqismail.com/



Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia



I

Ketika di Pekalongan, SMA kelas tiga Ke Wisconsin aku dapat beasiswa Sembilan belas lima enam itulah tahunnya Aku gembira jadi anak revolusi Indonesia

Negeriku baru enam tahun terhormat diakui dunia Terasa hebat merebut merdeka dari Belanda Sahabatku sekelas, Thomas Stone namanya, Whitefish Bay kampung asalnya Kagum dia pada revolusi Indonesia

Dia mengarang tentang pertempuran Surabaya Jelas Bung Tomo sebagai tokoh utama Dan kecil-kecilan aku nara-sumbernya Dadaku busung jadi anak Indonesia

Tom Stone akhirnya masuk West Point Academy Dan mendapat Ph.D. dari Rice University Dia sudah pensiun perwira tinggi dari U.S. Army Dulu dadaku tegap bila aku berdiri Mengapa sering benar aku merunduk kini

II

Langit langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak Hukum tak tegak, doyong berderak-derak Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, Lebuh Tun Razak, Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza Berjalan aku di Dam, Champs Elysees dan Mesopotamia Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata Dan kubenamkan topi baret di kepala Malu aku jadi orang Indonesia.



III

Di negeriku, selingkuh birokrasi peringkatnya di dunia nomor satu,

Di negeriku, sekongkol bisnis dan birokrasi berterang-terang curang susah dicari tandingan,

Di negeriku anak lelaki anak perempuan, kemenakan, sepupu dan cucu dimanja kuasa ayah, paman dan kakek secara hancur-hancuran seujung kuku tak perlu malu,

Di negeriku komisi pembelian alat-alat besar, alat-alat ringan, senjata, pesawat tempur, kapal selam, kedele, terigu dan peuyeum dipotong birokrasi lebih separuh masuk kantung jas safari,

Di kedutaan besar anak presiden, anak menteri, anak jenderal, anak sekjen dan anak dirjen dilayani seperti presiden, menteri, jenderal, sekjen, dan dirjen sejati, agar orangtua mereka bersenang hati,

Di negeriku penghitungan suara pemilihan umum sangat¬sangat-sangat-sangat-sangat jelas penipuan besar¬besaran tanpa seujung rambut pun bersalah perasaan,

Di negeriku khotbah, surat kabar, majalah, buku dan sandiwara yang opininya bersilang tak habis dan tak putus dilarang-larang

Di negeriku dibakar pasar pedagang jelata supaya berdiri pusat belanja modal raksasa,

Di negeriku Udin dan Marsinah jadi syahid dan syahidah, ciumlah harum aroma mereka punya jenazah, sekarang saja sementara mereka kalah, kelak perencana dan pembunuh itu di dasar neraka oleh satpam akhirat akan diinjak dan dilunyah lumat-lumat,

Di negeriku keputusan pengadilan secara agak rahasia dan tidak rahasia dapat ditawar dalam bentuk jual-beli, kabarnya dengan sepotong SK suatu hari akan masuk Bursa Efek Jakarta secara resmi,

Di negeriku rasa aman tak ada karena dua puluh pungutan, lima belas ini-itu tekanan dan sepuluh macam ancaman,

Di negeriku telepon banyak disadap, mata-mata kelebihan kerja, fotokopi gosip dan fitnah bertebar disebar-sebar,

Di negeriku sepakbola sudah naik tingkat jadi pertunjukan teror penonton antarkota cuma karena sebagian sangat kecil bangsa kita tak pernah bersedia menerima skor pertandingan yang disetujui bersama,

Di negeriku rupanya sudah diputuskan kita tak terlibat Piala Dunia demi keamanan antarbangsa, lagi pula Piala Dunia itu cuma urusan negara-negara kecil karena Cina, India, Rusia dan kita tak turut serta, sehingga cukuplah Indonesia jadi penonton lewat satelit saja,

Di negeriku ada pembunuhan, penculikan dan penyiksaan rakyat terang-terangan di Aceh, Tanjung Priuk, Lampung, Haur Koneng, Nipah, Santa Cruz, Irian dan Banyuwangi, ada pula pembantahan tarang-terangan yang merupakan dusta terang-terangan di bawah cahaya surya terang-terangan, dan matahari tidak pernah dipanggil ke pengadilan sebagai saksi terang-terangan,

Di negeriku budi pekerti mulia di dalam kitab masih ada, tapi dalam kehidupan sehari-hari bagai jarum hilang menyelam di tumpukan jerami selepas menuai padi.



IV

Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak Hukum tak tegak, doyong berderak-derak Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, Lebuh Tun Razak, Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza Berjalan aku di Dam, Champs Elysees dan Mesopotamia Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata Dan kubenamkan topi baret di kepala Malu aku jadi orang Indonesia.

1998



Malam Seribu Bulan

Malam biru hitam

Di planit tua ini

Ketika margasatwa

Suhu. Suara. Perpohonan

Embun mengendapkan intan

Angin membisiki hutan

Gunung jadi keristal

Bisu,

Sungai-sungai menahan

Napasnya

Sumbu bumi berhenti

Ketika sangkakala angkasa

Ditiup pelahan

Dalam suara

Firdausi

Ketika Mukjizat turun

Ketika Sifat Rahim mengalun

Di planit tua ini

Dan gerbang kosmos

Dibuka

Dalam angin berkelepakan

Sayap-sayap malaikat

Dengan cahaya suarga

Meluncur-luncur

Melinangi bumi

Ketika bulan akan sabit

Dan berjuta bintang

Gemerlap

Dan manusia menangis

Di bumi

Di bawah Nur Ilahi

Pada malam benderang

Ketika margasatwa senyap

Waktu pun berhenti

Embun membasahi dahi

Pohon-pohon menunduk

Wahai:

Mukjizat telah turun

Sifat Rahim mengalun

Lelaki itu

Perempuan itu

Menangis dalam syukur

Berair mata dalam doa

Dalam teduh Mukjizat dan Keampunan

Ketika bulan belum sabit

Ketika malam seribu bulan.



1965



Membaca Tanda-Tanda



Ada sesuatu yang rasanya mulai lepas

dari tangan

dan meluncur lewat sela-sela jari kita



Ada sesuatu yang mulanya

tak begitu jelas

tapi kini kita mulai merindukannya



Kita saksikan udara

abu-abu warnanya

Kita saksikan air danau

yang semakin surut jadinya

Burung-burung kecil

tak lagi berkicau pagi hari



Hutan kehilangan ranting

Ranting kehilangan daun

Daun kehilangan dahan

Dahan kehilangan

hutan



Kita saksikan zat asam

didesak asam arang

dan karbon dioksid itu

menggilas paru-paru



Kita saksikan

Gunung memompa abu

Abu membawa batu

Batu membawa lindu

Lindu membawa longsor

Longsor membawa air

Air membawa banjir

Banjir membawa air



air

mata



Kita telah saksikan seribu tanda-tanda

Bisakah kita membaca tanda-tanda?



Allah

Kami telah membaca gempa

Kami telah disapu banjir

Kami telah dihalau api dan hama

Kami telah dihujani abu dan batu



Allah

Ampuni dosa-dosa kami



Beri kami kearifan membaca

Seribu tanda-tanda



Karena ada sesuatu yang rasanya

mulai lepas dari tangan

dan meluncur lewat sela-sela jari



Karena ada sesuatu yang mulanya

tak begitu jelas

tapi kini kami

mulai

merindukannya.



1982



Menengadah Keatas, Merenungi Ozon Yang Tak Tampak



Langit masih biru di atas halaman dan kampungku

Awan dengan beberapa juta jemarinya,

saling berpegangan bergugus-gugusan

Mereka bergerak perlahan bagaikan enggan

Masih adakah angin yang bertugas dalam keindahan

Aku tidak mendengar lagi suara unggas dan siamang

Seperti di desaku Baruh, di masa kanakku

Kini yang beringsut adalah gemuruh kendaraan

Menderu di jalanan kota besar

Menderu di jalanan kota sedang

Menderu di jalanan kota kecil

Semua berkejaran dalam jalur nafkah dunia

Semua menanam mesin dan menabur industri

Semua memburu panen angka-angka

Bergumam dan menderam dalam paduan suara

Kemudian selesma, bersin lalu terbatuk-batuk

Punggungmu jadi terbungkuk-bungkuk

Siapa yang akan mengurutmu di bagian tengkuk

Danau yang menyimpan warna biru

kenapa engkau jadi kelam dan hijau

Sungai yang meluncurkan air berkilau

Kenapa engkau keruh, suaramu sengau

Hutan yang menutup daratan, perbukitan dan gunung

kudengar tangismu dipanggang nyala api

seraya kesakitan engkau melahirkan

luasan gurun pasir kering kerontang

Mereka menggergaji dua lubang raksasa di atas sana

Terdengarkah olehmu gemeretak suaranya

Pasukan klor yang garang membantai lapisan ozon

Dan lewat sobekan-sobekannya

menerjuni kawah stratosfer menganga



Meluncur-luncurlah gerimis sinar ultra ungu

Menusuki kulit bumi

Menusuki daun-daunan

Menusuki kulit kita

dan mengukir rajah kanker

dengan tinta ultra ungu

Dan makin panaslah kulit bumi

Engkau akan jadi penghuni padang pasir

Aku akan mengukur bentangan kersik membara

Di atas unggun ini

Akan kita kemanakan anak-cucu kita

Bongkahan es di kedua kutub, utara selatan

Dikabarkan meleleh perlahan-lahan

Menggenangi kota-kota pelabuhan

Di atas unggun, dikepung pasang lautan

Akan kita kemanakan anak-cucu kita

Mereka bertanya

Masih adakah angin yang bertugas dalam keindahan

Engkau terpaksalah berkata

Ada memang getar sejuta senar gitar

Tapi kini nyanyian lagu radiasi

Yang melelehkan air mata terlambat sekali

Jatuh membasahi catatan-catatan keserakahan

Ketika semua menanam mesin dan menabur industri

Ketika semua memburu panen angka-angka

Berkejaran dalam jalur nafkah dunia

Lalai membaca isyarat-isyarat demikian jelasnya

Dari Pemilik Semesta yang menitipkan ciptaanNya

Pada kita semua.



1989



Lingkungan Mati


Kau sebut orang bicara tentang hijau daunan, rimbun

pepohonan, bermilyar kilometer kubik air yang

memadat, mencair dan menguap, garis gunung dan

lembah yang serasi, komposisi zat asam yang rapi

dalam harmoni,

Tapi yang nampak oleh mataku orang-orang bertanam

tebu seluas lapangan sepakbola di bibir mereka.

Kau bercerita orang bicara tentang serangga dan fisika

tanah, unggas dan kimia udara, ikan dan habitat laut-

an, manusia dan tetangganya, bumi dan klimatologi,

Tapi yang terdengar oleh telingaku adalah serangkai lagu

dimainkan lewat instrumen tua sudah, dan bertabur

debu.

Kau tulis orang telah bicara mengenai rekayasa genetika

padi dan sapi, penggergajian kayu dan pengedukan

mineral bumi, penyuburan industri dan transportasi,

distribusi laba dan budaya, pemerataan angka-angka

di atas bilangan jajaran kepala demi kepala,

Tapi yang terasa olehku adalah dusta yang bergincu lalu

ejekan terus-terusan pada kemiskinan, perpacuan

dalam keserakahan, dengan paduan suara pengatas-

namaan dengan penuh keteraturan.

Kau ingat-ingatkan aku tentang harmoni budaya antara

tetumbuhan – hewan – angkasa – perairan – dan manu-

sia, lalu kau beri aku 1000 kauseri tentang kemanu-

siaan yang adil dan beradab, serta 1000 petunjuk

mengenai sivilisasi yang lestari,

Yang kulihat di layar kaca adalah hewan diadu hewan

untuk mengeruk isi kantong wisatawan walau itu

jelas melanggar peraturan, manusia diadu manusia

walau itu menghina otak manusia dan menggilas

akal waras, semua itu cuma karena kalap pada

sepotong nama dan serakah pada sejumlah rupiah,

Kau bercerita tentang orang yang berkata bahwa sesudah

hewan diadu hewan dan hewan diadu manusia

budaya jahiliah diresmikan sah, lalu manusia diadu

manusia bermula dengan pemujaan pada kepalan

dan luas-luas dipertontonkan, lalu naik satu tangga

manusia diadu manusia dengan senjata, naik tangga

berikutnya keroyokan atau pembantaian manusia

pada rakyat sendiri atau bangsa lain, dengan bedil

sundut bom napalm atau hulu nuklir, dengan ciri

kekerasan dan penindasan yang makin naik kelas

dalam kebiadaban, maka paripurnalah perusakan

pada kehidupan lingkungan.

Kau berkata orang masih juga bicara tentang lingkungan

hidup,

Aneh ingatanku malah-terpaku kini

pada

lingkungan

mati.

1990

CINTA DAN PERKAWINAN MENURUT SOCRATES

diambil dari FB mele.. click here to see

BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM

ASSALAMU ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

Satu hari, Plato bertanya pada gurunya, Socrates

“Guru Jelaskan pada ku apa itu cinta? dan bagaimana aku bisa menemukannya?"

Gurunya menjawab,

“Di depan sana ada ladang gandum yang luas. Berjalanlah kamu di ladang gandum itu, ambillah ranting gandum yang kamu anggap paling menakjubkan dengan syarat kamu hanya boleh mengambil satu ranting saja. tanpa boleh mundur kembali di jalan yang telah engkau lewati."

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama kemudian, dia kembali dengan tidak membawa sebatang rantingpun.

Gurunya bertanya,
“Mengapa kamu tidak membawa sebatang ranting gandum padaku?”

Plato menjawab,
"Sebenarnya aku telah menemukan ranting gandum yang menurutku paling menakjubkan, tapi aku masih berharap masih ada ranting gandum yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi aku melepaskan kembali ranting tersebut, dan memutuskan untuk melanjutkan berjalan lebih jauh lagi. Setelah jauh aku berjalan, baru kusadari bahwa ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting gandum yang kutemukan tadi, aku teringat pesan guru bahwa aku hanya boleh membawa satu ranting gandum saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik) untuk mengambil ranting gandum yang tadi, jadi aku putuskan untuk tidak mengambil sebatang pun pada akhirnya.”

Gurunya kemudian menjawab
“itulah cinta” :-)

Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya,
“Guru, jelaskan padaku apa itu perkawinan? dan Bagaimana saya bisa menemukannya?”

Gurunya pun menjawab,
“Ada hutan yang subur didepan sana. dan ambillah pohon yang paling tinggi juga subur dan merupakan pohon yang terbaik menurutmu, dengan syarat kamu hanya boleh mangambil satu pohon saja, tanpa boleh mundur kembali atau menoleh ke belakang.

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali pada gurunya dengan membawa sebatang pohon. Dimana pohon tersebut bukanlah pohon yang paling subur, dan tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja.

Gurunya bertanya,
“Mengapa kamu mengambil pohon yang seperti itu?” bukankah didalam hutan itu masih ada pohon yang lebih tinggi dan lebih subur dari ini?"

Plato pun menjawab,
“Guru, Aku pernah berjalan diladang gandum sebelumnya untuk mencari sebatang ranting, setelah menjelajah padang gandum tersebut, ternyata aku kembali dengan tidak membawa sebatang rantingpun. Tadi saat aku berjalan di hutan dan melihat pohon ini, aku pikir ini adalah pohon yang terbaik yang ada dihutan ini, walaupun pohon ini tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu subur, karena aku tidak yakin apakah didepan sana masih ada pohon yang lebih baik dari ini, jadi kuputuskan untuk mengambil dan membawanya kesini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya. karena aku tidak boleh berbalik lagi ke belakang jika tidak menemukan pohon yang lebih baik dari ini”

Gurunya pun kemudian menjawab,
“itulah perkawinan.” :-)

Sebuah catatan kecil:
Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan. Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih.Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan…tiada sesuatu pun yang didapat, dan waktu dan masa tidak dapat diputar mundur. Terimalah cinta apa adanya.

Perkawinan adalah proses mendapatkan kesempatan, ketika kamu mencari yang terbaik diantara pilihan yang ada, maka akan mengurangi kesempatan untuk mendapatkannya, Ketika kesempurnaan ingin kau dapatkan, maka sia-sialah waktumu dalam mendapatkan perkawinan itu. Karena, sebenarnya kesempurnaan itu hanya milik Tuhan.

Inilah cinta dan perkawinan yang dirumuskan oleh SOCRATES.. bagaimana menurutmu??

- Salam dari Platona -

Kamis, 19 Januari 2012


SETIA SEPANJANG USIA

http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150506328033765

BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM

ASSALAMU ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

"Setia Sepanjang Usia"
by Cerita-Cerita Motivasi

Disebuah rumah sederhana yang asri tinggal sepasang suami istri yang sudah memasuki usia senja. Pasangan ini dikaruniai dua orang anak yang telah dewasa dan memiliki kehidupan sendiri yang mapan.

Sang suami merupakan seorang pensiunan sedangkan istrinya seorang ibu rumah tangga.Suami istri ini lebih memilih untuk tetap tinggal dirumah mereka menolak ketika putra-putri mereka menawarkan untuk ikut pindah bersama mereka.

Jadilah mereka, sepasang suami istri yang hampir renta itu menghabiskan waktu mereka yang tersisa dirumah yang telah menjadi saksi berjuta peristiwa dalam keluarga itu.

Suatu senja ba’da Isya disebuah mesjid tak jauh dari rumah mereka, sang istri tidak menemukan sandal yang tadi dikenakannya kemesjid tadi.

Saat sibuk mencari, suaminya datang menghampiri

“Kenapa Bu?”

Istrinya menoleh sambil menjawab “Sandal Ibu tidak ketemu Pa”.

“Ya udah pakai ini saja” kata suaminya sambil menyodorkan sandal yang dipakainya. walau agak ragu sang istri tetap memakai sandal itu dengan berat hati.

Menuruti perkataan suaminya adalah kebiasaannya.Jarang sekali ia membantah apa yang dikatakan oleh sang suami.

Mengerti kegundahan istrinya, sang suami mengeratkan genggaman pada tangan istrinya.

“Bagaimanapun usahaku untuk berterimakasih pada kaki istriku yang telah menopang hidupku selama puluhan tahun itu, takkan pernah setimpal terhadap apa yang telah dilakukannya.

Kaki yang selalu berlari kecil membukakan pintu untuk-ku saat aku pulang,

kaki yang telah mengantar anak-anakku ke sekolah tanpa kenal lelah, serta kaki yang menyusuri berbagai tempat mencari berbagai kebutuhanku dan anak-anakku”.

Sang istri memandang suaminya sambil tersenyum dengan tulus dan merekapun mengarahkan langkah menuju rumah tempat bahagia bersama….

Karena usia yang telah lanjut dan penyakit diabetes yang dideritanya, sang istri mulai mangalami gangguan penglihatan. Saat ia kesulitan merapikan kukunya, sang suami dengan lembut mengambil gunting kuku dari tangan istrinya.

Jari-jari yang mulai keriput itu dalam genggamannya mulai dirapikan dan

setelah selesai sang suami mencium jari-jari itu dengan lembut dan bergumam

“Terimakasih ya, Bu ”.

“Tidak, Ibu yang terimakasih sama Bapa, telah membantu memotong kuku Ibu” tukas sang istri tersipu malu.

“Terimakasih untuk semua pekerjaan luar biasa yang belum tentu sanggup aku lakukan. Aku takjub betapa luar biasanya Ibu. Aku tau semua takkan terbalas sampai kapanpun” kata suaminya tulus.

Dua titik bening menggantung disudut mata sang istri “Bapa kok bicara begitu?

Ibu senang atas semuanya Pa, apa yang telah kita lalui bersama adalah luar biasa.

Ibu selalu bersyukur atas semua yang dilimpahkan pada keluarga kita, baik ataupun buruk. Semuanya dapat kita hadapi bersama.”

Hari Jum’at yang cerah setelah beberapa hari hujan. Siang itu sang suami bersiap hendak menunaikan ibadah Shalat Jum’at,

Setelah berpamitan pada sang istri, ia menoleh sekali lagi pada sang istri menatap tepat pada matanya sebelum akhirnya melangkah pergi.

Tak ada tanda yang tak biasa di mata dan perasaan sang istri hingga saat beberapa orang mengetuk pintu membawa kabar yang tak pernah diduganya.

Ternyata siang itu sang suami tercinta telah menyelesaikan perjalanannya di dunia.

Ia telah pulang menghadap sang penciptanya ketika sedang menjalankan ibadah Shalat Jum’at, tepatnya saat duduk membaca Tahyat terakhir.

Masih dalam posisi duduk sempurna dengan telunjuk kearah Kiblat, ia menghadap Yang Maha Kuasa.

“Subhanallah sungguh akhir perjalanan yang indah” gumam para jama’ah setelah menyadari kalau dia telah tiada.

Sang istri terbayang tatapan terakhir suaminya saat mau berangkat kemesjid.

Terselip tanya dalam hatinya, mungkinkah itu sebagai tanda perpisahan pengganti ucapan selamat tinggal.

Ataukah suaminya khawatir meninggalkannya sendiri didunia ini. Ada gundah menggelayut dihati sang istri. Walau masih ada anak-anak yang akan mengurusnya,

Tapi kehilangan suami yang telah didampinginya selama puluhan tahun cukup membuatnya terguncang. Namun ia tidak mengurangi sedikitpun keikhlasan dihatinya yang bisa menghambat perjalanan sang suami menghadap Sang Khalik.

Dalam do’a dia selalu memohon kekuatan agar dapat bertahan dan juga memohon agar suaminya ditempatkan pada tempat yang layak.

Tak lama setelah kepergian suaminya, sang istri bermimpi bertemu dengan suaminya.

Dengan wajah yang cerah sang suami menghampiri istrinya dan menyisir rambut sang istri dengan lembut. “Apa yang Bapak lakukan?’ tanya istrinya senang bercampur bingung.

“Ibu harus kelihatan cantik, kita akan melakukan perjalanan panjang. Bapak tidak bisa tanpa Ibu, bahkan setelah kehidupan didunia berakhir,Bapak selalu butuh Ibu. Saat disuruh memilih pendamping Bapak bingung, kemudian bilang pendampingnya tertinggal,

Bapakpun mohon izin untuk menjemput Ibu.”

Istrinya menangis sebelum akhirnya berkata “Ibu ikhlas Bapak pergi, tapi Ibu juga tidak bisa bohong kalau Ibu takut sekali tinggal sendiri.. Kalau ada kesempatan mendampingi Bapa sekali lagi dan untuk selamanya tentu saja tidak akan Ibu sia-siakan."

Sang istri mengakhiri tangisannya dan menggantinya dengan senyuman.

Senyuman indah dalam tidur panjang selamanya…..


(From : Riny Yunita , Ladang Cakiah, 7 April 2008)

Terimakasih telah membaca...

Semoga Bermanfaat...

Dan silahkan di share ke sahabat-sahabat Anda...

SEKALI TIDAK TETAP TIDAK

http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150511608648765
BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM

ASSALAMU ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

Sebuah Kisah yg Sangat Menarik

Dua orang remaja kakak beradik menanyakan pada ayah mereka apakah mereka boleh pergi ke bioskop untuk menonton film yg semua anak di kelasnya telah menontonnya.

Ayahnya menolak permintaan mereka.

“tapi Ayah, kenapa tidak?” protes mereka

Ayah menjawab, “ karena setiap film mengandung unsur porno dan gambar2 tak bermoral dan itu semua dianggap normal dan perilaku yg wajar”.

“tapi Ayah, itu hanyalah sebagian kecil dari film itu! Itu kata teman kami yg sudah pernah menontonnya. Filmnya berdurasi 2 jam dan bagian yg ayah sebutkan tadi hanya beberapa menit dari keseluruhan filmnya! Film itu berdasarkan kisah nyata dan temanya tentang melawan kejahatan, selain itu film itu juga bertemakan tentang keberanian dan pengorbanan diri”.

“walaupun tinjauan dari film itu berkata begitu, jawabanku adalah ‘TIDAK’, dan itu adalah jawaban terakhirku. Kalian tidak akan pergi dan menonton film apapun. Akhir dari diskusi”.



Dua remaja itu berjalan dengan sedih ke ruang keluarga mereka dan merosot di sofa. Ketika mereka sedang merajuk, mereka dikejutkan oleh suara dari ayah mereka yg sedang menyiapkan sesuatu di dapur. Mereka segera menyadari kalau itu adalah aroma kue Brownies yg sedang dibakar di oven, dan salah satu dari mereka berkata, “Ayah pasti merasa bersalah, dan sekarang dia mencoba untuk menebus kesalahannya dengan membuat brownies. Mungkin kita bisa melunakkaN Ayah dengan memberinya banyak pujian ketika Ayah membawa kue itu untuk kita dan membujuknya untuk membolehkan kita untuk menonton film itu setelahnya”.



Mereka tidak dikecewakan. Ayah mereka segera keluar dengan sepiring kue brownies hangat, yg ia tawarkan pada anaknya. Masing2 mengambil 1.

Lalu sang Ayah berkata, “sebelum kalian makan, aku ingin mengatakan sesuatu : AKU SANGAT MENCINTAI KALIAN BERDUA”.

Kedua remaja itu saling tersenyum dengan lirikan mata penuh arti. Ayah telah melunak.

“itulah kenapa aku membuat kue brownies ini dengan bahan2 yg terbaik. Kebanyakan bahan2nya organik. Tepung organik terbaik, telur terbaik, gula organik, vanila dan coklat premium”.

Brownies itu membuat kedua remaja itu terbit air liurnya, dan mereka mulai tidak sabar dengan ceramah panjang ayahnya.

“tapi aku ingin jujur pada kalian berdua. Ada 1 bahan yg aku tambahkan yg biasanya tidak ada di brownies. Aku mendapatkannya dari kebun belakang rumah kita. Tapi kalian tidak perlu cemas, karena aku hanya menambahkan sangat sedikit sekali dari bahan itu pada browniesnya. Jumlahnya tidak begitu penting. Jadi silahkan, cobalah segigit dan beritahu pada Ayah bagaimana rasanya?”

“Ayah, maukah Ayah memberi tahu kami bahan misterius apa yg Ayah tambahkan sebelum kami makan?”

“kenapa? Porsi yg ayah tambahkan bahkan sangat sedikit sekali, hanya 1 sendok teh. Kalian bahkan tidak akan merasakannya”.

“Ayolah Ayah, beritahu kami apa bahannya?”

“jangan khawatir, itu organik, seperti bahan2 yg lainnya”.

“AYAH!”

“Baiklah, oke, jika kalian memaksa. Bahan rahasia itu adalah kotoran anjing organik.”

Kedua remaja itu segera menjatuhkan brownies itu kembali ke piring dan memandangi jari mereka dengan jijik.

“Ayah, kenapa ayah melakukannya? Ayah menyiksa kami dengan membuat kami mencium aroma brownies ini dibakar selama setengah jam terakhir, dan sekarang Ayah katakan pada kami kalau Ayah menambahkan kotoran anjing! Kami tidak bisa memakan brownies ini!”

“kenapa? Jumlah kotoran anjing yg ayah tambahkan padahal sangat sedikit sekali jika dibandingkan dengan keseluruhan bahannya. Itu tidak akan menyakitimu. Kue itu sudah dimasak bersama2 dengan bahan2 lainnya. Kalian bahkan tidak akan merasakannya. Bentuknya sama seperti brownies normal. Silahkan, makanlah!”

“gak ayah, gak mau!”



“Dan alasan yg sama kenapa ayah tidak mengijinkan kalian pergi nonton bioskop. Kalian tidak mau mentolerir sedikitpun kotoran anjing di kue kalian, jadi kenapa kalian mentolerir sedikit adegan tak bermoral pada film itu? Kita berdoa semoga Allah Subhaana Wa Taala tidak akan mengarahkan kita pada godaan, jadi bagaimana bisa kita memiliki hati nurani yg baik jika kita menghibur diri kita dengan sesuatu yg akan meninggalkan jejak yg buruk pada pikiran kita yg akan mengarahkan kita pada godaan, lama setelah kita pertama kali melihatnya? INGATLAH, KITA MENJADI KURANG PEKA DARI WAKTU KE WAKTU, ITU ADALAH HAL KECIL YG SERING KITA LUPAKAN.





Very Interesting Story :-)



Two teenagers asked their father if they could go to the theater to watch a movie that all their friends had seen he denied their request. "Ah dad, why not?" they complained. Dad replied: "Because every movie contains nudity and portrays immorality as being normal and acceptable behavior." "But dad, those are just very small parts of the movie! That's what our friends who've seen it have told us. The movie is two hours long and those scenes are just a few minutes of the total film! It's based on a true story and good triumphs over evil, and there are other redeeming themes like courage and self-sacrifice. Even the movie review websites say that!" "My answer is 'no,' and that is my final answer. You will not go and watch any film. End of discussion."



The two teenagers walked dejectedly into the family room and slumped down on the couch. As they sulked, they were surprised to hear the sounds of their father preparing something in the kitchen. They soon recognized the wonderful aroma of brownies baking in the oven, and one of the teenagers said to the other, "Dad must be feeling guilty, and now he's going to try to make it up to us with some fresh brownies. Maybe we can soften him with lots of praise when he brings them out to us and persuade him to let us go to that movie after all."



The teens were not disappointed. Soon their father appeared with a plate of warm brownies, which he offered to his kids. They each took one. Then their father said, "Before you eat, I want to tell you something: I love you both so much." The teenagers smiled at each other with knowing glances. Dad was softening. "That is why I've made these brownies with the very best ingredients. I've made them from scratch. Most of the ingredients are even organic; the best organic flour, the best free range eggs, the best organic sugar, premium vanilla and chocolate." The brownies looked mouth-watering, and the teens began to become a little impatient with their dad's long speech. "But I want to be perfectly honest with you. There is one ingredient I added that is not usually found in brownies. I got that ingredient from our own back yard. But you needn't worry, because I only added the tiniest bit of that ingredient to your brownies. The amount of the portion is practically insignificant. So go ahead, take a bite and let me know what you think? "Dad, would you mind telling us what that mystery ingredient is before we eat?" "Why? The portion I added was so small, just a teaspoonful. You won't even taste it." "Come on, dad; just tell us what that ingredient is?" "Don't worry! It is organic, just like the other ingredients." "Dad!" "Well, OK, if you insist. That secret ingredient is organic ... dog poop." Both teens instantly dropped their brownies back on the plate and began inspecting their fingers with horror. "Dad! Why did you do that? You've tortured us by making us smell those brownies cooking for the last half hour, and now you tell us that you added dog poop! We can't eat these brownies!" "Why not? The amount of dog poop is very small compared to the rest of the ingredients. It won't hurt you. It's been cooked right along with the other ingredients. You won't even taste it. It has the same consistency as the brownies. Go ahead and eat!" "No, Dad ... Never!" "And that is the same reason I won't allow you to go watch movies. You won't tolerate a little dog poop in your brownies, so why should you tolerate a little immorality in your movies? We pray that Allah (swt) will not lead us unto temptation, so how can we in good conscience entertain ourselves with something that will imprint a sinful image in our minds that will lead us into temptation long after we first see it?" Remember, we become De-sensitized a little bit at a time; it is the small and minimal sins that we forget the most. :)



by: Aysha.Abd. Rahman

translated by Melanie Mele Al Milhan

RAMAYANA : PERNIKAHAN DEWI SUKESI

http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150577217153765

BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM

ASSALAMU ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH



Dalam agama HINDU, terdapat 2 kitab SRUTI (semacam Al-Quran) dan SMERTI (semacam Hadits).



Menurut mereka, RESI adalah orang yg diberi wahyu oleh Tuhan (istilah dlm Islam, RESI itu NABI). Nah ada sebagian RESI yg cara menyampaikan ajarannya lewat kisah. Menurut RESI, jika ajaran agama disampaikan melalui kisah maka bakalan mudah dipahami umatnya.



Atas dasar itu diciptakanlah kisah RAMAYANA & MAHABARATA. Itu berarti kisah RAMAYANA & kisah MAHABARATA sesungguhnya adalah bentuk metode penyampaian ajaran agama HINDU. Oleh karena bentuknya kisah maka mudah diterjemahkan ke dalam dunia teater. Dan pada masa dulu, salah satu jenis teater yg ada adalah WAYANG KULIT. Dan dari situlah AKHIRNYA pertunjukan WAYANG KULIT berisi kisah RAMAYANA & kisah MAHABARATA. Itu terjadi pada masa kerajaan MAJAPAHIT. Kisah RAMAYANA cerita seputar RAMA-SHINTA, sedangkan kisah MAHABARATA bercerita tentang keturunan keluarga BARATA yg bermusuhan terus (perang saudara; mirip Bani Israel dgn Umat Islam padahal leluhurnya sama, yaitu Nabi IBRAHIM A.S).



Simaklah penggalan kitab RAMAYANA yg menceritakan episode PERNIKAHAN DEWI SUKESI.



PERNIKAHAN DEWI SUKESI



Di kerajaan ALENGKA, hiduplah seorang putri raja bernama DEWI SUKESI. Ia sangat cantik. Kecantikan DEWI SUKESI terkenal dlm dunia pewayangan. Akibatnya banyak cowok-2 dari berbagai kalangan ingin mempersuntingnya. Oleh sebab banyaknya peminat maka DEWI SUKESI membuat sayembara bahwa "Siapa saja asalkan mampu menjelaskan isi kitab SATRA JENDRA HAYUNINGRAT PANGRUWATING DIYU, maka orang itulah yg akan dipilih jadi suaminya".



Prabu SUMALI (ayah dari DEWI SUKESI) sudah menjelaskan bahwa syarat yg dimajukan oleh putrinya itu terlalu berat. Kitab itu tergolong larangan Dewa. Hanya Dewa yg boleh menjelaskannya. Dan dunia pewayangan, manusia yg tahu isi kitab tsb jumlahnya terbatas. Tidak setiap Begawan (ilmuwan) mengetahuinya. Dan Prabu SUMALI termasuk orang yg tahu isi kitab tsb. Tetapi dirinya tidak berani menerangkan ke orang lain, karena begitulah aturan mainnya. Namun DEWI SUKESI bersikukuh, hanya pria yg mampu menjelaskan isi kitab SATRA JENDRA HAYUNINGRAT PANGRUWATING DIYU yg berhak menjadi suaminya.



Di negri LOKAPALA, diperintah oleh seorang raja bernama Begawan WISRAWA. Lalu dia mengundurkan diri sebagai raja, dan ingin hidup menjadi sufi. Kekuasan diserahkan kepada anaknya Prabu DANARAJA. Kabar sayembara pernikahan DEWI SUKESI sampailah ke negeri LOKAPALA, dan Prabu DANARAJA mengetahui kalau ayahnya paham isi kitab SATRA JENDRA HAYUNINGRAT PANGRUWATING DIYU. Karena itu ia meminta ayahnya supaya turut sayembara & mengatasnamakan dirinya. Prabu DANARAJA ingin menikahi DEWI SUKESI.



Berangkatlah sang Ayah menjadi DUTA UNTUK ANAKNYA. Sesampai di kerajaan ALENGKA, begawan WISRAWA disambut suka cita oleh Prabu SUMALI (Begawan WISRAWA itu kakak seperguruan dari Prabu SUMALI). Setelah menjelaskan maksud kedatangannya maka dipersilakanlah Begawan WISRAWA menemui DEWI SUKESI. Setelah ketemu, Begawan WISRAWA pun segera menjabarkan isi SATRA JENDRA HAYUNINGRAT PANGRUWATING DIYU kepada DEWI SUKESI. ---> Begitu selesai dijabarkan isi kitab tsb, DEWI SUKESI LANGSUNG BERSEDIA DINIKAHI begawan WISRAWA. Tetapi begawan WISRAWA MENOLAK, dengan alasan dirinya hanyalah DUTA UNTUK ANAKNYA. Dirinya hanya mewakili Prabu DANARAJA. Karena itu yg berhak menikahi adalah Prabu DANARAJA.



Dalam dunia pewayangan, kitab SATRA JENDRA HAYUNINGRAT PANGRUWATING DIYU, hanya Dewa yg boleh menyampaikan pd manusia. Dan Dewa pernah menyampaikan isi SATRA JENDRA HAYUNINGRAT PANGRUWATING DIYU kepada begawan WISRAWA & kepada Prabu SUMALI. Kedua orang itu sekalipun tahu isinya, dilarang menyampaikan ke orang lain. Jika dilanggar maka akan kena sanksi dari Dewa. Begitu aturan mainnya. Nah melihat larangan Dewa dilanggar oleh Begawan WISRAWA, maka para dewa marah. Pemimpin para Dewa, namanya BATARA GURU memerintahkan BATARA KAMAJA supaya menyusup ke dalam tubuh Begawan WISRAWA, sementara DEWI RATIH menyusup ke tubuh DEWI SUKESI (KAMAJAYA & DEWI RATIH ITU adalah golongan dewa yg bertugas membagi cinta. Kalau dlm agama Islam, Dewa itu mirip Malaikat. Nah siapa sj yg kemasukan ruh batara KAMAJAYA & DEWI RATIH, maka yg bersangkutan pasti jatuh cinta. Begitu aturan main dlm dunia pewayangan).



AKHIRNYA Begawan WISRAWA & DEWI SUKESI dikuasai nafsu cinta. Keduanya berzina. Hasil perzinahan mereka melahirkan 3 raksasa: RAHWANA atau DASAMUKA, KUMBAKARNA, SARPAKENAKA. Dan setelah mereka tobat, lahirlah anak yg ke empat berwujud manusia biasa, bernama WIBISANA.



KETERANGAN (A). Ada perbedaan FILSAFAT TIMUR dgn FILSAFAT BARAT. Jika Filsafat TIMUR berasumsi bahwa kebenaran itu sudah ada, yaitu YANG MAHA BENAR. Karenanya tugas manusia adalah bagaimana caranya supaya bisa menuju kepada YANG MAHA BENAR.---> SEBALIKNYA, dlm Filsafat BARAT berasumsi bahwa kebenaran belum ada, karenanya tugas manusia adalah mencari kebenaran. AKIBAT dari cara pandang yg beda maka lahir pula sikap yg beda. Dalam Filsafat TIMUR tema pokoknya adalah bagaimana bisa mencapai kesempurnaan diri (menyatu dgn Tuhan), maka pd Filsafat BARAT temanya adalah meragukan dan menguji kebenaran supaya mendapatkan kebenaran yg sejati. Atas dasar itu maka corak Filsafat TIMUR terkesan religius. Dan pada umumnya ajaran-ajaran FILSAFAT TIMUR disampaikan dgn bahasa simbolis dlm bentuk: Puisi, Syair, Nyanyian dan KISAH. Oleh karena sifatnya simbolis maka melahirkan banyak tafsiran. Nah tafsiran-tafsiran atas puisi, syair, nyanyian dan kisah itulah yg kemudian disebut FILSAFAT KETIMURAN.



Apa hikmah dari KISAH PERNIKAHAN DEWI SUKESI & DENGAN BEGAWAN WISRAWA YANG MELAHIRKAN RAKSASA ??????????????



Perhatikan kata-kata kunci berikut:

a. Kitab SATRA JENDRA HAYUNINGRAT PANGRUWATING DIYU

b. Begawan WISRWA

c. Raksasa

d. Begawan WIBISANA



untuk memudahkan pemahaman :

kitab SATRA JENDRA HAYUNINGRAT PANGRUWATING DIYU itu mirip "Buah Khuldi yg terlarang untuk dimakan oleh NABI ADAM & HAWA". Bedanya adalah jika Khuldi merupakan jenis makanan, maka SATRA JENDRA HAYUNINGRAT PANGRUWATING DIYU berupa kitab. Dalam dunia PEWAYANGAN: Siapapun manusia yg membacakan kitab itu kepada orang lain maka DIA MELANGGAR LARANGAN TUHAN (semacam dosa besar). Itu point PERTAMANYA.



---> Maka ketika Begawan WISRAWA membacakan isi kitab itu pada DEWI SUKESI mengandung makna bahwa SEORANG TOKOH AGAMA TELAH BERANI melanggar LARANGAN TUHAN. Itu point KEDUA.



Nah dari situ pesan yg hendak disampaikan oleh Resi WALMILKI ialah MANUSIA (sekalipun tokoh agama yg paham aturan agama), tidak ada jaminan padanya bahwa Imannya pasti tinggi. Dan Begawan WISRAWA adalah potret dari contoh orang yg paham agama tetapi melanggar Syariat. Dan bukankah fenomena seperti itu kita saksikan ? Seorang tokoh agama berani melakukan dosa besar, misalnya berzina. PERTANYAANNYA ADALAH: Apakah kalau yg melanggar Syariat itu seorang tokoh agama maka tidak akan dihukum Tuhan ? PASTI DIHUKUM JUGA. Hukuman TUHAN berlaku bagi siapa sj yg melanggarnya. Terlebih bagi tokoh agama.



---> PERTANYAANNYA ADALAH APA HUKUMAN BAGI SEORANG TOKOH AGAMA YANG MELANGGAR SYARIAT ? Pastinya di dunia dia mendapatkan sangsi moral dari masyarkat. Kasus K.H. Zaenuddin MZ dgn artis...., yg diisukan berzina sempat heboh. Akibatnya Zaenuddin dicemooh. BEGITUPUN dalam dunia PEWAYANGAN mengenal adanya sangsi moral.



Dalam dunia PEWAYANGAN: Raksasa itu simbol KEKUATAN. Kejahatan. Diktator. Rakus. Kanibal. Jorok. Anti Kemapanan, dll (segala yg buruk).



---> Maka ketika Begawan WISRAWA & DEWI SUKESI melahirkan 3 putra Raksasa sama artinya mereka memperoleh sangsi moral dari masyarkat. Dengan kata lain BEGAWAN WISRAWA mendapatkan aib akibat dari melanggar Syariat. Akibatnya Begawan Wisrawa jadi buah bibir di masyarakat. Dicemooh, masak seorang tokoh agama anaknya kok Raksasa. --- BERTITIK TOLAK DARI KETERANGAN DI ATAS KIRANYA dpt ditarik pemahaman bahwa siapapun yg melanggar Syariat pasti dpt hukuman, tidak peduli apakah dia Ustadz/dai/Ulama.



Dan kisah Begawan WISRWA berani membacakan SATRA JENDRA HAYUNINGRAT PANGRUWATING DIYU padahal itu adalah larangan Tuhan hanyalah contoh nasib seorang tokoh agama yg dihukum oleh Tuhan akibat ulahnya sendiri.



Begitu isi pesan yg terkandung dlm penggalan kisah di atas.

Gimana nilai-nilai filosofisnya: seru tidak ??????????? Setelah mereka dihukum Tuhan dgn mendapatkan aib yg besar, lalu mereka bertobat Nasuha. Pertobatan mereka diterima, sehingga pd waktu melahirkan putra yg ke 4: lahirlah sosok bayi yg bukan berwujud Raksasa lg. Putra ke 4 dari pasangan Begawan WISRAWA dgn DEWI SUKESI, diberi nama WIBISANA. Dan dalam jagad Pewayangan: sosok WIBISANA dikenal sebagai TOKOH AGAMA YANG BIJAKSANA & PEMBERANI layaknya UMAR BIN KHATTAB.



Umumnya kisah Wayang dipahami sebagaimana apa yg ada dalam cerita. Bahkan pun sebagian Dalang juga gagal menangkap pesan BAHASA SIMBOLISnya. Untuk menafsirkan teks kitab suci (termasuk kisah RAMAYANA) bisa menggunakan metode HERMENEUTIKA.

Selayang tentang HERMENEUTIKA. Dalam Mitologi Yunani ada yg namanya DEWA HERMENES. Dewa tsb tugasnya memintal benang. Hasil pintalan disebut TEXTUS (kemudian di-Inggris-kan jd TEXTILE, & diIndonesiakan jd TEKSTIL). TEXTUS-TEXTILE-TEKSTIL adalah lembaran-lembaran. Oleh karena ia suatu lembaran maka disebut TEKS. TEKS itu sediri adalah KATA-KATA YANG TERTULIS. Dan suatu kata-kata yg lazim dituliskan pd lembaran-lembaran pd masa lalu hanya terbatas pada TEKS KITAB SUCI ---> Atas dasar pandangan demikian maka DEWA HERMENES yg bertugas memintal benang itu sama artinya dengan TUKANG MENAFSIRKAN TEKS KITAB SUCI. Sebagian filosuf Muslim berpandangan bahwa DEWA HERMENES itu tidak lain adalah NABI IDRIS A.S



وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلا مِنْ قَبْلِكَ مِنْهُمْ مَنْ قَصَصْنَا عَلَيْكَ وَمِنْهُمْ مَنْ لَمْ نَقْصُصْ عَلَيْكَ



Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu (40:78)



وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولا

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat" (16:36).



Setiap umat (golongan/komunitas/etnis/suku) yg ada di jagad ini berarti sudah ada Nabi. Di Jawa ada Nabi. Di suku Aborigin ada Nabi, dll. Dan Nabi MUHAMMAD adalah penutup dr semua Nabi yg ada. Oleh sebagian filosuf Muslim: SOKRATES, PLATO, ARISTOTELES, dll sesungguhnya adalah NABI bagi kaum YUNANI. Ajaran-2 mereka banyak selaras dgn isi Quran.



Kembali pada DEWA HERMENES. Oleh karena tugas utamanya adalah menafsirkan teks kitab suci, maka istilah HERMENEUTIKA diartikan sebagai ilmu yg mempelajari interpretasi terhadap suatu teks. Dalam khazanah Islam, HERMENEUTIKA sinonim dengan TAKWIL. TAKWIL adalah menafsirkan sesuatu sesuai dgn kehendak awal. Jika itu berhubungan dgn kitab suci maka maksudnya ialah menafsirkan teks sesuai yg dikehendaki Tuhan. Jika itu berkaitan dengan novel/puisi maka maksudnya ialah menafsirkan teks sesuai makna yg dikendaki oleh pengarang tsb. Oleh karena kisah RAMAYANA tergolong teks kitab suci, maka penafsran/interpretasinya tentu harus sesuai dgn makna yg dikehendaki dari Tuhan. Itu artinya untuk menafsirkan kisah Ramayan tidak bisa sembarangan makna dpt diterima sebagai nilai kebenaran. Dan untuk dpt mengungkap penafsiran yg sesuai dgn yg dikehendaki RESI, kiranya dpt digunakan metode HERMENEUTIKA.

Dan di dalam kaedah HERMENEUTIKA, disyaratkan orang harus tahu dulu:

(a). Latar Belakang timbulnya teks itu,

(b). Situasi sosial/politik/budaya pada masa teks itu dibuat,

(c). Biografi pengarang teks itu,

(d). situasi kekinian. Bertitik-tolak dari langkah-2 di atas maka kiranya sistem kerja



HERMENEUTIKA dpt disimpulkan sebagai upaya mendekonstruksi teks. DEKONSTRUKSI artinya membongkar lalu menyusun ulang (mirip permainan puzzle). Atas dasar itu, sekalipun pengarang teks dan penafsir teks jarak waktunya sangat jauh dan berbeda, melalui metode HERMENEUTIKA kiranya perbedaan jarak & tempat itu dpt dijembatani. Dalam kasus kisah RAMAYANA, untuk dpt menangkap interpretasi yg sesui dgn yg dikehendaki sang Pengarangnya maka: mau tidak mau kita mesti mengenal biografi RESI WALMILIKI latar belakang timbulnya kisah itu, serta setting budaya/politik pd masa itu. Jika itu sudah dilakukan, INSYAALLAH hasil interpretasinya dpt dikatakan TERUJI SECARA ILMIAH.



Seru tidak konsep HERMENEUTIKAnya ???????



Narasumber : Tukang Umuk

Oh Bumiku Tercinta

http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150692384208765
OH, BUMIKU TERCINTA.. ^_^

by Melanie Mele Al Milhan on Sunday, 15 January 2012 at 22:44


BISMILLAHIRRAHMAANIRAHIIM



ASSALAMU ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH



Mau tahu soal keajaiban ciptaan Allah lagi??

Simak tulisan berikut ini..



Kali ini bahasannya tentang planet kita tercinta.. BUMI







ROTASI DAN REVOLUSI

“Dialah (Allah) yg menciptakan segala apa yg ada di langit untukmu kemudian Dia menuju ke langit, lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu”. (QS 2 : 29)



Semua orang pasti tahu kalau bumi berbentuk bundar dan memiliki 7 lapis atmosfer. Tapi gak banyak yg tahu kalo kemiringan bumi dalam berotasi (berputar pada porosnya) itu 23,5°. Bumi berotasi dengan kecepatan 1.600 km / jam. Sedangkan bumi berevolusi (mengelilingi matahari) dengan kecepatan 107.000 km / jam.



Apa yg bakal terjadi, kalo bumi tidak berevolusi???

BUMI AKAN TERSEDOT KE DALAM MATAHARI, karena ada gravitasi matahari , sehingga pasti bumi sudah lama musnah jika hanya diam di tempat.

Bagaimana dengan kecepatan revolusinya? Apakah hal ini juga berpengaruh??

So pasti..
Jika kecepatan revolusinya lebih lambat, maka bumi akan terhisap ke arah matahari (karena tidak kuat menahan kekuatan gravitasi matahari itu tadi).
Jika kecepatan revolusinya lebih cepat, maka bumi akan keluar dari orbitnya (ngalor ngidul kemana2, jauh dari panas matahari, mungkin bakal terhisap Black Hole).



“Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yg tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yg cacat?”. (QS 67 : 3)



Itu soal revolusi bumi mengelilingi matahari.

Sekarang gimana soal rotasi bumi pada porosnya?

Kira2 bahaya gak ya kalo bumi hanya sekedar berevolusi, tapi gak berotasi?

Hmmm.. check this out


Jika bumi tidak berotasi, bagian bumi yg menghadap matahari, akan mengalami pemanasan berlebihan. Dalam waktu 100 jam saja, seluruh air di permukaan bumi akan mendidih. Dan dalam waktu 100 jam berikutnya, seluruh air yg ada di bumi akan menguap.

Bisa dibayangkan jika di bumi tidak ada air dan panasnya luar biasa??

Wow..
Bagaimana dengan bagian bumi yg membelakangi matahari? Tentu saja akan mengalami pendinginan yg berlebihan. Dalam waktu 100 jam, seluruh air di permukaan bumi akan membeku, dan pada 100 jam berikutnya, dapat dipastikan tidak akan ada kehidupan di bumi.

SUBHAANALLAH..



“Katakanlah (Muhammad), “Bagaimana pendapatmu, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus-menerus sampai hari kiamat. Siapakah tuhan selain Allah yg akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Apakah kamu tidak mendengar?””.

“Katakanlah (Muhammad), “Bagaimana pendapatmu, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus-menerus sampai hari kiamat. Siapakah tuhan selain Allah yg akan mendatangkan malam kepadamu sebagai waktu istirahatmu? Apakah kamu tidak memperhatikan?””

(QS 28 : 71 – 72)



Bagaimana dengan kemiringan rotasi bumi? Apakah itu berpengaruh pada keseimbangan alam??

Kemiringan bumi berotasi adalah 23,5°. Kemiringan rotasi inilah yg menyebabkan kutub utara dan kutub selatan mengalami siang hari, terjadinya 4 musim di bumi, dan 2 musim di bumi bagian ekuator.



GUNUNG

Gunung adalah jalan keluarnya magma dari perut bumi, sehingga bumi menjadi stabil.

Gunung juga sebagai pasak bagi bumi, sehingga bumi kuat menghadapi guncangan2.



“Dia menciptakan langit tanpa tiang sebagaimana kamu melihatnya, dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi agar ia (bumi) tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembangbiakkan segala jenis makhluk bergerak yg bernyawa di bumi. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yg baik”. (QS 31 : 10)



“Dan yg menurunkan air dari langit menurut ukuran (yg diperlukan), lalu dengan air itu Kami hidupkan negeri yg mati (tandus). Seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur)”. (QS 43 : 11)



AIR HUJAN

Air hujan diturunkan sesuai kadar

Kenapa air hujan berbutir2??

Hal ini karena, proses pendinginan yg tidak seragam terhadap uap air di awan dan jarak jatuh air dari awan ke bumi menyebabkan air yg jatuh tercerai berai menjadi butiran air.

Air hujan yg berbentuk butiran juga bisa berbahaya. Bahkan kepala bisa bolong2, atap rumah bisa ditembus oleh air hujan.

Nah lo?? Perasaan sering main ujan2an tapi kepala gak sampe bolong deh.. ^_^



Semua itu karena rahmat ALLAH.



Air hujan bisa membolongi kepala bahkan atap rumah, karena mengalami percepatan gravitasi terus menerus. Bila tidak dihambat kecepatannya oleh angin dan atmosfer bumi, jelas aja kepala bisa sampe bolong, bagaikan ditusuk2 oleh pisau tajam.

Hiiiii...

Kenapa juga angin bisa mengurangi kecepatan jatuhnya hujan?

Lagi2 karena keajaiban desain Allah yg bernama ROTASI BUMI.

Karena bumi berotasi, maka udara / atmosfir terbawa oleh putaran sehingga mengurangi kecepatan hujan menjadi hanya 8 km / jam. Hmmmm... kecepatan yg aman sehingga hujan tidak akan melukai makhluk di bumi..

Alhamdulillah..



ATMOSFER

Atmosfer sebagai pelindung, terdiri dari 21% Oksigen, 78% Nitrogen, dan 1% gas lain.

Bagaimana jika komposisi atmosfer tidak seimbang?

Jika kadar Oksigen lebih besar daripada Nitrogen, maka udara akan menjadi reaktif sehingga logam2 akan cepat karatan dan hancur.

Atmosfer juga melindungi manusia dari meteor dan sinar.

Meteor yg jatuh akan tertahan oleh atmosfer dan dihancurkan karena adanya rotasi bumi (lagi2 rotasi bumi..)



“Dan Kami menjadikan langit sebagai atap yg terpelihara, namun mereka tetap berpaling dari tanda-tanda (kebesaran Allah) itu (matahari, bulan, angin, awan dan lain2)” (QS 21 : 32)



BINATANG DAN TUMBUH2AN

Belum lagi soal segala macam kekayaan alam yg ada di bumi.. kurang baik apa coba ALLAH ke kita?? ^_^



“Lalu dengan (air) itu, Kami tumbuhkan untukmu kebun-kebun kurma dan anggur, di sana kamu memperoleh buah-buahan yg banyak dan sebagian dari (buah-buahan) itu kamu makan”.

“Dan (Kami tumbuhkan) pohon (zaitun), yg tumbuh dari gunung Sinai, yg menghasilkan minyak, dan bahan pembangkit selera bagi orang-orang yg makan”.

“Dan sungguh pada hewan-hewan ternak terdapat suatu pelajaran bagimu. Kami memberi minum kamu dari (air susu) yg ada dalam perutnya, dan padanya juga terdapat banyak manfaat untukmu, dan sebagian darinya kamu makan”.

(QS 23 : 19 – 21)



“MAKA NIKMAT TUHAN KAMU YG MANAKAH YG KAMU DUSTAKAN???”



mele masih ingat pesan dari guru mele, kira2 seperti ini kata2nya, "buat apa kita kagum sama orang yg bisa nerbangin keris? sedangkan Allah yg mampu menerbangkan seluruh alam semesta, luput dari perhatian kita. Jadi salah kaprah kalo kita kagum sama ilmu2 seperti itu, sedangkan ALLAH yg menciptakan segala sesuatunya tidak pernah kita perhatikan.



kalo kata guru mele yg satu lagi, cinta itu ada 2 ciri2nya, yaitu MAKRIFAT (kenal) dan PENGORBANAN. Bagaimana kita bisa cinta kepada ALLAH, jika kita tidak mengenal ciptaanNya, dan mempelajari kekuasanNya? dengan kita mengenal kekuasaan ALLAH, maka kita bisa mengenal ALLAH itu sendiri, dan kita akan mencintai ALLAH.



Semoga bahasan di atas, bisa meningkatkan kecintaan kita kepada ALLAH, SANG PENGUASA ALAM SEMESTA ^_^



Salam dari Melanie Mele Al Milhan



Sumber : Agus Mustafa (dengan bahasa mele sendiri)