Assalamu Alaikum... ^_^


welcome to the Melanie's world

Entri Populer

Kamis, 19 Januari 2012

SEKALI TIDAK TETAP TIDAK

http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150511608648765
BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM

ASSALAMU ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

Sebuah Kisah yg Sangat Menarik

Dua orang remaja kakak beradik menanyakan pada ayah mereka apakah mereka boleh pergi ke bioskop untuk menonton film yg semua anak di kelasnya telah menontonnya.

Ayahnya menolak permintaan mereka.

“tapi Ayah, kenapa tidak?” protes mereka

Ayah menjawab, “ karena setiap film mengandung unsur porno dan gambar2 tak bermoral dan itu semua dianggap normal dan perilaku yg wajar”.

“tapi Ayah, itu hanyalah sebagian kecil dari film itu! Itu kata teman kami yg sudah pernah menontonnya. Filmnya berdurasi 2 jam dan bagian yg ayah sebutkan tadi hanya beberapa menit dari keseluruhan filmnya! Film itu berdasarkan kisah nyata dan temanya tentang melawan kejahatan, selain itu film itu juga bertemakan tentang keberanian dan pengorbanan diri”.

“walaupun tinjauan dari film itu berkata begitu, jawabanku adalah ‘TIDAK’, dan itu adalah jawaban terakhirku. Kalian tidak akan pergi dan menonton film apapun. Akhir dari diskusi”.



Dua remaja itu berjalan dengan sedih ke ruang keluarga mereka dan merosot di sofa. Ketika mereka sedang merajuk, mereka dikejutkan oleh suara dari ayah mereka yg sedang menyiapkan sesuatu di dapur. Mereka segera menyadari kalau itu adalah aroma kue Brownies yg sedang dibakar di oven, dan salah satu dari mereka berkata, “Ayah pasti merasa bersalah, dan sekarang dia mencoba untuk menebus kesalahannya dengan membuat brownies. Mungkin kita bisa melunakkaN Ayah dengan memberinya banyak pujian ketika Ayah membawa kue itu untuk kita dan membujuknya untuk membolehkan kita untuk menonton film itu setelahnya”.



Mereka tidak dikecewakan. Ayah mereka segera keluar dengan sepiring kue brownies hangat, yg ia tawarkan pada anaknya. Masing2 mengambil 1.

Lalu sang Ayah berkata, “sebelum kalian makan, aku ingin mengatakan sesuatu : AKU SANGAT MENCINTAI KALIAN BERDUA”.

Kedua remaja itu saling tersenyum dengan lirikan mata penuh arti. Ayah telah melunak.

“itulah kenapa aku membuat kue brownies ini dengan bahan2 yg terbaik. Kebanyakan bahan2nya organik. Tepung organik terbaik, telur terbaik, gula organik, vanila dan coklat premium”.

Brownies itu membuat kedua remaja itu terbit air liurnya, dan mereka mulai tidak sabar dengan ceramah panjang ayahnya.

“tapi aku ingin jujur pada kalian berdua. Ada 1 bahan yg aku tambahkan yg biasanya tidak ada di brownies. Aku mendapatkannya dari kebun belakang rumah kita. Tapi kalian tidak perlu cemas, karena aku hanya menambahkan sangat sedikit sekali dari bahan itu pada browniesnya. Jumlahnya tidak begitu penting. Jadi silahkan, cobalah segigit dan beritahu pada Ayah bagaimana rasanya?”

“Ayah, maukah Ayah memberi tahu kami bahan misterius apa yg Ayah tambahkan sebelum kami makan?”

“kenapa? Porsi yg ayah tambahkan bahkan sangat sedikit sekali, hanya 1 sendok teh. Kalian bahkan tidak akan merasakannya”.

“Ayolah Ayah, beritahu kami apa bahannya?”

“jangan khawatir, itu organik, seperti bahan2 yg lainnya”.

“AYAH!”

“Baiklah, oke, jika kalian memaksa. Bahan rahasia itu adalah kotoran anjing organik.”

Kedua remaja itu segera menjatuhkan brownies itu kembali ke piring dan memandangi jari mereka dengan jijik.

“Ayah, kenapa ayah melakukannya? Ayah menyiksa kami dengan membuat kami mencium aroma brownies ini dibakar selama setengah jam terakhir, dan sekarang Ayah katakan pada kami kalau Ayah menambahkan kotoran anjing! Kami tidak bisa memakan brownies ini!”

“kenapa? Jumlah kotoran anjing yg ayah tambahkan padahal sangat sedikit sekali jika dibandingkan dengan keseluruhan bahannya. Itu tidak akan menyakitimu. Kue itu sudah dimasak bersama2 dengan bahan2 lainnya. Kalian bahkan tidak akan merasakannya. Bentuknya sama seperti brownies normal. Silahkan, makanlah!”

“gak ayah, gak mau!”



“Dan alasan yg sama kenapa ayah tidak mengijinkan kalian pergi nonton bioskop. Kalian tidak mau mentolerir sedikitpun kotoran anjing di kue kalian, jadi kenapa kalian mentolerir sedikit adegan tak bermoral pada film itu? Kita berdoa semoga Allah Subhaana Wa Taala tidak akan mengarahkan kita pada godaan, jadi bagaimana bisa kita memiliki hati nurani yg baik jika kita menghibur diri kita dengan sesuatu yg akan meninggalkan jejak yg buruk pada pikiran kita yg akan mengarahkan kita pada godaan, lama setelah kita pertama kali melihatnya? INGATLAH, KITA MENJADI KURANG PEKA DARI WAKTU KE WAKTU, ITU ADALAH HAL KECIL YG SERING KITA LUPAKAN.





Very Interesting Story :-)



Two teenagers asked their father if they could go to the theater to watch a movie that all their friends had seen he denied their request. "Ah dad, why not?" they complained. Dad replied: "Because every movie contains nudity and portrays immorality as being normal and acceptable behavior." "But dad, those are just very small parts of the movie! That's what our friends who've seen it have told us. The movie is two hours long and those scenes are just a few minutes of the total film! It's based on a true story and good triumphs over evil, and there are other redeeming themes like courage and self-sacrifice. Even the movie review websites say that!" "My answer is 'no,' and that is my final answer. You will not go and watch any film. End of discussion."



The two teenagers walked dejectedly into the family room and slumped down on the couch. As they sulked, they were surprised to hear the sounds of their father preparing something in the kitchen. They soon recognized the wonderful aroma of brownies baking in the oven, and one of the teenagers said to the other, "Dad must be feeling guilty, and now he's going to try to make it up to us with some fresh brownies. Maybe we can soften him with lots of praise when he brings them out to us and persuade him to let us go to that movie after all."



The teens were not disappointed. Soon their father appeared with a plate of warm brownies, which he offered to his kids. They each took one. Then their father said, "Before you eat, I want to tell you something: I love you both so much." The teenagers smiled at each other with knowing glances. Dad was softening. "That is why I've made these brownies with the very best ingredients. I've made them from scratch. Most of the ingredients are even organic; the best organic flour, the best free range eggs, the best organic sugar, premium vanilla and chocolate." The brownies looked mouth-watering, and the teens began to become a little impatient with their dad's long speech. "But I want to be perfectly honest with you. There is one ingredient I added that is not usually found in brownies. I got that ingredient from our own back yard. But you needn't worry, because I only added the tiniest bit of that ingredient to your brownies. The amount of the portion is practically insignificant. So go ahead, take a bite and let me know what you think? "Dad, would you mind telling us what that mystery ingredient is before we eat?" "Why? The portion I added was so small, just a teaspoonful. You won't even taste it." "Come on, dad; just tell us what that ingredient is?" "Don't worry! It is organic, just like the other ingredients." "Dad!" "Well, OK, if you insist. That secret ingredient is organic ... dog poop." Both teens instantly dropped their brownies back on the plate and began inspecting their fingers with horror. "Dad! Why did you do that? You've tortured us by making us smell those brownies cooking for the last half hour, and now you tell us that you added dog poop! We can't eat these brownies!" "Why not? The amount of dog poop is very small compared to the rest of the ingredients. It won't hurt you. It's been cooked right along with the other ingredients. You won't even taste it. It has the same consistency as the brownies. Go ahead and eat!" "No, Dad ... Never!" "And that is the same reason I won't allow you to go watch movies. You won't tolerate a little dog poop in your brownies, so why should you tolerate a little immorality in your movies? We pray that Allah (swt) will not lead us unto temptation, so how can we in good conscience entertain ourselves with something that will imprint a sinful image in our minds that will lead us into temptation long after we first see it?" Remember, we become De-sensitized a little bit at a time; it is the small and minimal sins that we forget the most. :)



by: Aysha.Abd. Rahman

translated by Melanie Mele Al Milhan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar